Advertisement
Indonesia Positif

Ma Chung Malang Tingkatkan Nilai Jual Kesemek, Begini Caranya

Univeristas Ma Chung Malang memberi pelatihan pengolahan buah kesemek bagi petani dari desa Taman Satryan, Tirtoyudo Kabupaten Malang.

TIMES Indonesia,
Ma Chung Malang Tingkatkan Nilai Jual Kesemek, Begini Caranya
Suasana pelatihan pengolahan buah kesemek bagi petani dari desa Taman Satryan, Tirtoyudo Kabupaten Malang. (FOTO: AJP TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Univeristas Ma Chung Malang memberi pelatihan pengolahan buah kesemek bagi petani dari desa Taman Satryan, Tirtoyudo Kabupaten Malang.

Pelatihan tersebut sebagai tindak lanjut dari permintaan wakil Bupati Malang Ahmad Subhan yang menginginkan harga jual buah kesemek meningkat dan menjadi buah yang dapat masuk di supermarket.

Advertisement

Seperti diketahui buah kesemek terkesan kotor karena kulit buahnya terbungkus bubuk kapur, sehingga tak menarik.

Selling-Kesemek-2.jpg

Pelatihan itu memfokuskan pada cara menghilangkan getah kesemek menggunakan dry ice. Selama ini petani menggunakan kapur untuk menghilangkan getah kesemek, sehingga kesemek nampak seolah-olah berbedak.

Dengan pengolahan menggunakan dry ice, rupa kesemek masih seperti waktu dipetik, terkesan buah segar.

Nantinya hasil percobaan pengolahan ini,  akan dicoba dipasarkan di supermarket, untuk mengetahui animo masyarakat.

Advertisement

Selling-Kesemek-3.jpg

Apabila sambutan masyarakat cukup baik, dan dapat dimanfaatkan oleh petani, maka harga jual kesemek bisa meningkat, diharapkan dapat meningkatkan juga pendapatan petani.

Rektor Ma Chung Dr. Chatief Kunjaya M.Sc berharap upaya ini dapat membuat kesemek naik kelas dari buah pasar menjadi buah supermarket.

"Hal ini sangat mungkin kalau melihat contoh di Jepang. Disana kesemek banyak dijual di supermarket dengan harga sering kali lebih mahal daripada apel," kata rektor Ma Chung Malang(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

R
PenulisRatna Kristina (CR-061) Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia