Tingkatkan Layanan Amazing Blitar Disnakkan Tambah Fasilitas Uji Kesehatan Hewan

TIMESINDONESIA, BLITAR – Disnakkan Pemkab Blitar terus memacu peningkatan layanan yang Amazing. Kini layanan laboratorium ditambah dengan uji kesehatan hewan ternak. Layanan ini melengkapi uji laboratorium pakan ternak yang telah diluncurkan sebelumnya.
Pelayanan pengujian kesehatan ternak ini melalui pelayanan laboratorium Kesehatan Hewan (Lab Keswan) Keberadaan lab keswan ini sangat berperan dalam rangka melaksanakan progam pencegahan dan penanggulangan penyakit pada hewan dan ternak di wilayah Kabupaten Blitar.
Advertisement
Mengingat potensi peternakan sangat besar khususnya ternak ayam petelur. Pelayanan lab keswan ini meliputi pelayanan aktif dan pasif. Sementara pelayanan pengujian meliputi Uji RBT, Uji HA-HI ND/AI, Pemeriksaan Endoparasit dan pemeriksaan ulas darah (PUD).
"Melalui kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Blitar khususnya masyarakat peternak, berupa pemeriksaan terhadap ternak unggas Seperti ayam, itik, puyuh, burung maupun ternak ruminansia Seperti sapi, kerbau, kambing/domba. Tujuan untuk pengamatan dan pengawasan penyakit hewan," jelas Kepala Disnakkan Pemkab Blitar Wawan Widianto, Rabu (29/8/2018).
Untuk pemeriksaan Endoparasit, Pemeriksaan Ulas Darah ( PUD) dan Uji Haemaglutination (HA), lanjut Wawan, digunakan untuk mengukur virus/antigen secara kuantitas. Virus yang bisa dilakukan uji HA, hanya virus yang dapat mengaglutinasi sel darah merah (RBC).
Seperti virus Newcastle Disease, Avian Influenza dan virus Egg Drop Syndrome. Baik virus yang masih hidup ataupun yang sudah diinaktifasi (mati). Sedangkan Uji HI (Hemagglutination Inhibition) adalah merupakan metode uji serologi untuk mengetahui kadar/titer antibodi yang terkandung dalam serum pada unggas yang sudah divaksin. Atau akibat dari paparan virus lapang.
"Keberadaan antibodi dalam jumlah tertentu atau standar tingkat potensi, memperlihatkan effektivitas dari vaksin dalam memproteksi unggas tersebut dari suatu penyakit," jelas Kabid Keswan dan Kesmavet drh. Yuda Satya Wardhana.
Sehingga dapat disimpulkan, bahwa uji HA-HI ND/AI sangat diperlukan. Tindakan ini untuk identifikasi kasus penyakit pada unggas. Sekaligus untuk evaluasi keberhasilan progam vaksinasi di peternakan ayam petelur.
"Harapan dari kami, semoga adanya laboratorium kesehatan hewan dapat membantu dan melayani kebutuhan masyarakat peternak dalam usaha beternak dan memberikan kontribusi kepada kab blitar sebagai lumbung telur," imbuhnya.
Melalui Pelayanan Laboratorium Kesehatan Hewan ini diharapkan mampu meningkatkan produksi dan produktifitas usaha peternakan yang semakin Amazing di Blitar. (*)
**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.
Editor | : AJP-6 Editor Team |
Publisher | : Rochmat Shobirin |