UWG Malang Manfaatkan Limbah Batu Alam dari Pengusaha Teraso
Perwujudan produk yang customized dan stylish serta memiliki eksklusifitas, inilah sisi keunikan industri teraso karya dosen Kampus Inovasi UWG Malang bagi masyarakat Kabupaten Tulungagung Jawa Timur.

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
MALANG – Perwujudan produk yang customized dan stylish serta memiliki eksklusifitas, inilah sisi keunikan industri teraso karya dosen Kampus Inovasi UWG Malang bagi masyarakat Kabupaten Tulungagung Jawa Timur.
Teraso sebagai penutup lantai sempat tenggelam dengan maraknya industri keramik. Belakangan ini teraso dipakai juga untum penutup dinding, meja dapur, wastafel dan bathup.
Industri berbahan baku batu alam (marmer, onyx dan siolit) dan limbahnya ini cukup unik dan berpotensi ekspor cukup besar sampai ke Perancis.

Atas dasar pertimbangan inilah, Candra Aditya, ST, MT, dosen Teknik Sipil Fakultas Teknik yang juga Ketua LPPM UWG ini menggandeng dua mitra UKM (Usaha Kecil Menengah) di Kabupaten Tulungagung untuk meningkatkan kapasitas produksinya.
Mitra tersebut adalah CV Sari Hutan di Kecamatan Campurdarat dan UD Bukit Indah di Kecamatan Pakel.
Kendala para mitra untuk dapat bertahan dengan produk berkualitas ekspor, dibantu pemecahannya dengan menginovasi alat penunjang produksi yang lebih efektif dan efisien. Yaitu mesin ayakan getar otomatis (vibrating screen) tipe excentric tiga tingkat dengan penggerak motor listrik 2 PK.
Dengan mesin ini, bahan baku batu alam dapat termanfaatkan 100% tanpa ada sisa yang terbuang sehingga kapasitas produksi meningkat hingga 20-30%.
Inovasi lain yang diberikan adalah mesin poles portabel untuk permukaan kontur yang dimodifikasi dari mesin gerinda yang dapat memoles permukaan cekung dan berlubang.
Program Pengembangan Produk Ekspor (PPPE) hibah DRPM Kemenristek Dikti dengan dua anggota pelaksana yaitu Silviana, ST, MT dan Dr. Adya Hermawati, SE, MM ini juga memberikan pelatihan dan pendampingan manajemen usaha, penyusunan dan pembuatan SOP (Standart Operasional Prosedur). Mulai Total Quality Controll Product, Rule of House, aplikasi pembukuan dan SOP pengujian kualitas produk.
Ini adalah pelaksanaan tahun pertama dari tiga tahun yang direncanakan oleh UWG Malang. Candra Aditya berharap pelatihan ini dapat meningkatkan kinerja pengusaha teraso di Tulungagung Jawa Timur .(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

