Kelompok Tani Mulya Abadi Ponorogo Belajar Pengolahan Limbah di BBPP Batu
Kelompok tani “Muliya Abadi” Desa Trisono Kecamatan Babadan Kabupaten Ponorogo belajar pengolahan limbah di BBPP Batu, Sabtu (20/10/2018).

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
MALANG – Kelompok tani “Muliya Abadi” Desa Trisono Kecamatan Babadan Kabupaten Ponorogo belajar pengolahan limbah di BBPP Batu, Sabtu (20/10/2018).
Catur Puryanto, salah satu team Divisi Pengolahan Limbah BBPP Batu yang memandu kunjungan tersebut menjelaskan soal nilai tambah value-addet dari suatu Limbah.

Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa peternak saat ini hanya mengandalkan produk utama saja, padahal disisi lain mereka memiliki potensi tambahan hasil yang luar biasa.
Salah satunya dari kotoran ternak seperti di kecaman Babadan tercatat ada populasi ternak 2.028 ekor artinya kalau setiap ekor memproduksi kotoran ternak segar (KTS) sebanyak 10 s.d 15 kg perhari berarti sekecamatan Babadan ada potensi 20.280 kg/hari. Kalau semua di kelola secara benar maka jumlah itu Merupakan nilai ekonomis yang luar biasa.
Catur menyampaikan dari kotoran ternak, bisa dimanfaatkan untuk diolah menjadi kompos. "Kalau dalam satu hari, seekor sapi menghasilkan kotoran 10 s.d 15 kg dan harga jual kompos Rp. 750/kg maka peternak mendapatkan tambahan penghasilan Rp. 7.500 s.d Rp. 11.500 sebulan Rp. 225.000 s.d Rp. 337.500. Selain itu, kalau uriennya diproses menjadi Pupuk Organik Cair (POCA) yang harganya Rp. 15.000/liter," terang Catur dihadapan 50 peserta pelatihan.

Ia menambahkan kotoran ternak juga dapat dijadikan sebagai sumber energi alternatif, ini akan menjadikan tambahan penghasilan yang sangat menjanjikan, artinya dari suatu usaha ternyata ada sisi penting yang harus kita tangkap yaitu mengoptimalkan Nilai tambah (Added Value).
Sementara itu Joesoef Soegiarto. SP Koordinator BPP Kec. Babadan menyampaikan bahwa peternak harus terus dimotivasi agar terus berkarya. Dengan salah satu cara dengan melakukan kunjungan lapang ke tempat yang resentatif seperti di BBPP Batu. "Kami harap anggota kelompok ini bisa mengadopsi ilmu dalam hal ini pengolahan limbah yang di dapat di sini," tutupnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

