Mewakili UWG Malang, ini Tugas Candra Aditya dari DRPM Kemenristekdikti

TIMESINDONESIA, MALANG – Diantara 80 orang dosen dari PTN dan PTS se Indonesia yang dipanggil DRPM Kemenristekdikti, Candra Aditya adalah satu-satunya wakil dari Kampus Inovasi Universitas Widyagama Malang. Ini ada tugas tahun keempat Ketua LPPM UWG Malang untuk mereview usulan pengabdian kepada masyarakat, kali ini untuk usulan tahun 2018 pendanaan tahun 2019.
Ke-80 orang dosen tersebut dipanggil untuk mengikuti Revitalisasi Reviewer Pengabdian Masyarakat yang diselenggarakan di Hotel Garden Palace Surabaya pada 31 Oktober - 2 November 2018. Jumlah usulan yang akan direview tahun ini sebanyak 13.000 lebih.
Advertisement
"Menurut DRPM Kemenristekdikti, tugas reviewer adalah melakukan desk evaluation terhadap usulan yang telah dikirimkan oleh para dosen dan masuk dalam sistem Simlitabmas. Penilaian tahun ini lebih detil dan full online. Oleh karena itu reviewer dituntut untuk bekerja lebih jeli dalam melakukan penilaian karena setiap aspek memiliki proporsi nilai sendiri-sendiri antara lain evaluasi adminstrasi dokumen dan evaluasi substansi yang terdiri dari rekam jejak, isi dan RAB," jelas dosen Fakultas Teknik Prodi Teknik Sipil tersebut.
Dengan dilakukannya revitalisasi reviewer tingkat nasional ini diharapkan para reviewer dapat memberikan penilaian yang seragam dan komprehensif sehingga terseleksi usulan-usulan dengan kualitas yang terbaik yang akan didanai. Pada giliran selanjutnya, usulan-usulan yang berkualitas ini diharapkan menghasilkan luaran dan dampak yang besar manfaatnya untuk masyarakat.
Bapak dua putri ini menilai kegiatan revitalisasi reviewer ini disamping sebagai ajang silaturahmi para reviewer tingkat nasional juga sebagai ajang sharing terkait dengan pengalaman mereview kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan di wilayah masing-masing.
Saat ditanya tentang bagaimana para dosen di UWG Malang menyikapi peluang pendanaan Kemenristekdikti ini, Candra sedikit menyesalkan karena belum semua dosen memanfaatkannya secara maksimal. "Banyak hal yang menjadi penyebab, salah satunya adalah Sistem online Simlitabmas yang dinilai belum sempurna dan target kegiatan yang kurang terfokus pada luaran," kata Candra Aditya. (*)
**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.
Editor | : AJP-5 Editor Team |
Publisher | : Rizal Dani |