Advertisement
Indonesia Positif

Menjaring Inovasi Perbankan BI Gelar Kuliah Tamu di FEB UB

Kamis (14/2), bertempat di Aula Gedung F Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB), Bank Indonesia melaksanakan kuliah tamu dengan tema Urgensi Sistem Pembayaran dan Peran Strategis Bank Sentral dalam Penguatan Sektor Keuangan di Indonesi

TIMES Indonesia,
Menjaring Inovasi Perbankan BI Gelar Kuliah Tamu di FEB UB
(FOTO: AJP/TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Kamis (14/2), bertempat di Aula Gedung F Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB), Bank Indonesia melaksanakan kuliah tamu dengan tema Urgensi Sistem Pembayaran dan Peran Strategis Bank Sentral dalam Penguatan Sektor Keuangan di Indonesia. 

Ini merupakan bagian dari rangkaian Banking Lecture Update Series yang rutin diselenggarakan Bank Indonesia di FEB UB sebagai bentuk edukasi kebanksentralan.

Advertisement

Kuliah-Tamu-FEB-UB-2.jpg

Difi Ahmad Johansyah, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur sebagai pemateri memaparkan pentingnya uang dan sistem pembayaran bagi keseharian masyarakat dan keberlangsungan suatu negara.

“Jika sistem pembayaran down, perekonomian pasti akan terganggu.” Ujarnya.

Dalam kuliah tamu juga disampaikan bahwa Bank Indonesia sebagai bank sentral memiliki fungsi utama menciptakan uang sebagai alat pembayaran dan instrumen moneter. Dalam menciptakan uang, Bank Indonesia memperhatikan aspek makroekonomi seperti pertumbuhan ekonomi dan inflasi, serta cadangan valuta asing. Kemajuan teknologi kemudian menghasilkan inovasi sistem pembayaran seperti uang elektronik. 

Kuliah-Tamu-FEB-UB-3.jpg

Evolusi sistem pembayaran menyebabkan penggunaan uang terus meningkat sehingga jumlah uang yang beredar perlu diatur melalui kebijakan moneter. Dikeluarkannya Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) merupakan salah satu kebijakan Bank Indonesia untuk mengikuti perkembangan sistem pembayaran keuangan.

Di bagian lain, alumni ITB 1981 ini berulang menyebut sikap disiplin dan amanah sebagai unsur utama berjalannya sistem pembayaran. Pada bagian akhir, pria berkacamata minus ini juga menantang Universitas Brawijaya, khususnya FEB untuk berinovasi menciptakan sistem pembayaran mandiri di lingkungan sendiri. “Saya tantang UB dan FEB ini untuk bias meng-create sistem pembayaran di internal sendiri. Berani tidak inovatif begitu?” demikian ujarnya

Kuliah-Tamu-FEB-UB-4.jpg

Pemateri kedua, Setyo Tri Wahyudi, Kaprodi Ekonomi, Keuangan dan Perbankan, Jurusan Imu Ekonomi memaparkan bahwa seiring berkembangya revolusi industry 4.0, telah terjadi revolusi di segala aspek termasuk ekonomi. Saat ini masyarakat Indonesia secara umum telah banyak beralih dari transaksi tunai menuju non tunai. 

Kuliah-Tamu-FEB-UB-5.jpg

Pesatnya perkembangan platform belanja online adalah bukti pergeseran tren ini. Ke depannya, tren bertransaksi non tunai atau online diprediksikan akan terus meningkat. Tantangannya adalah menciptakan ekosistem dan infrastruktur penunjang yang handal dan terpercaya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

B
PenulisBayhaqi Kadmi Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia