Baper Bandang Tuna, Karya Inovatif Mahasiswa UNIPMA untuk Bantu Siswa SLB
Program Kreativitas Mahasiwa (PKM) adalah terobosan yang diluncurkan Kemenristek Dikti untuk mencetak generasi unggul dan kreatif. Melalui PKM, mahasiswa akan terpacu melahirkan karya kreatif yang beraneka ragam. Seperti halnya mahasiswa program studi Pen

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
MADIUN – Program Kreativitas Mahasiwa (PKM) adalah terobosan yang diluncurkan Kemenristek Dikti untuk mencetak generasi unggul dan kreatif. Melalui PKM, mahasiswa akan terpacu melahirkan karya kreatif yang beraneka ragam. Seperti halnya mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) UNIPMA yang ikut berkarya dalam PKM.
Mahasiswa yang terdiri atas empat anggota, terjun ke lapangan untuk mengenalkan Buku dan Alat Peraga bagi Anak Penyandang Tuna Netra (Baper Bandang Tuna) di SLB Negeri Kalirejo, Bojonegoro selama Mei sampai Juni 2019. Pemilihan lokasi ini dikarenakan keterbatasan dan kurang inovatifnya buku yang dimiliki.

Pengenalan Baper Bandang Tuna meliputi pengenalan buku materi sederhana tentang lingkungan yang ditulis dalam dua jenis huruf yaitu braille dan latin. Selain itu, dikenalkan juga alat peraga dari materi lingkungan dengan bentuk-bentuk hewan, tumbuhan, sayur-sayuran dan buah-buahan. “Kita kerja keras penuh suka duka menghadirkan sesuatu untuk mereka tetapi kita senang. Melihat senyum mereka itu sudah cukup menghibur di kala duka” ungkap Kharisma, ketua PKM Baper Bandang Tuna.

Guru dan siswa penyandang tuna netra di SLB tersebut merasa senang dengan karya yang dikenalkan sebagai bentuk kepedulian yang mendalam terhadap sesama.
Ermi Adriani, dosen pembimbing PKM Baper Bandang Tuna mengatakan kegiatan ini sebagai wujud kepedulian anak bangsa terhadap generasi penerus. “Mahasiswa bersemangat membantu anak-anak penyandang tuna netra di SLB tersebut tanpa pamrih” tuturnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

