Advertisement
Indonesia Positif

Menelusuri Sejarah Indochina Melalui SaigonSan Restaurant Hotel Tugu Malang

Hotel Tugu Malang dikenal sebagai hotel tematik di Kota Malang. Salah satunya yang menarik perhatian adalan Museum Henri Parmentier 1919 di SaigonSan Restaurant yang menyajikan nuansa sejarah Indochina.

TIMES Indonesia,
Menelusuri Sejarah Indochina Melalui SaigonSan Restaurant Hotel Tugu Malang
FOTO: AJP TIMES Indonesia
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Hotel Tugu Malang dikenal sebagai hotel tematik di Kota Malang. Salah satunya yang menarik perhatian adalan Museum Henri Parmentier 1919 di SaigonSan Restaurant yang menyajikan nuansa sejarah Indochina.

Restoran tematik yang baru dibuka dan berlokasi di jantung kota Malang; SaigonSan dibangun dengan inspirasi dari negara-negara Indocina, seperti Thailand, Vietnam, Laos, Burma dan Kamboja.

Advertisement

SaigonSan meliputi Royal Angkor Room - ruangan yang menyerupai kompleks Angkor Wat di Kamboja. Ruangan SaigonSan yang dihiasi layaknya pasar malam di negara-negara Indochina. Terdapat empat ruang makan pribadi dengan tema-tema unik dan sebuah museum kecil berisikan koleksi barang antik yang didekasikan untuk Henri Parmentier, seorang arkeolog Prancis terkenal yang jasanya untuk suku Champa.

Museum-Henri-Parmentier-2.jpg

Museum Henri Parmentier 1919 terletak di sudut ruangan Royal Angkor. Diketahui Henri Parmentier merupakan arkeolog Prancis, dan juga seorang sejarawan senior terkenal yang membantu menyelamatkan serta melindungi artefak-artefak suku Champa.

Pada tahun 1900, Parmentier memutuskan untuk bergabung dengan arkeolog Henri Dufour dan fotografer Charles Carpeaux dalam misi arkeologis di Indocina untuk merancang, menggambarkan, menerbitkan, dan melestarikan monumen Champa di Vietnam, sebuah kompleks candi Budha Đồng Dương (1902).

Parmentier juga mempelajari arsitektur Jawa untuk membandingkannya dengan gaya arsitektur Champa. Pada tahun 1904, Parmentier menjadi kepala departemen Arkeologi École française d'Extrême-Orient dan selama masa jabatannya. Parmentier selalu aktif dalam melestarikan artefak suku Champa.

Advertisement

Museum-Henri-Parmentier-3.jpg

Terinspirasi oleh perjuangan dan dedikasi Parmentier dalam melestarikan artefak suku Champa, ruang Henri Parmentier 1919 disusun untuk menampilkan koleksi barang antik Indochina sebagai kenangan akan sejarah yang terlupakan.

Para tamu dapat melihat banyak benda seni yang ditampilkan di kamar selama kunjungan mereka di restoran SaigonSan Hotel Tugu Malang atau sembari menunggu makanan disajikan. Untuk reservasi dapat mengubungi 081259977618. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

R
PenulisRichard Wardana (CR-101) Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia