Indonesia Positif Ketahanan Informasi Nasional

Desa Sesaot Kabupaten Lombok Barat Optimis Menangkan ISTA 2019

Minggu, 28 Juli 2019 - 12:19 | 54.89k
Usai penilaian Yatna selaku ketua tim penilai bersama ketua Pokdarwis Azudinnur selaku pengelola destinasi wisata sesaot menandatangani berita acara telah selesainya penilaian sebagai bukti desa sesaot selesai di nilai. (FOTO: AJP TIMES Indonesia)
Usai penilaian Yatna selaku ketua tim penilai bersama ketua Pokdarwis Azudinnur selaku pengelola destinasi wisata sesaot menandatangani berita acara telah selesainya penilaian sebagai bukti desa sesaot selesai di nilai. (FOTO: AJP TIMES Indonesia)
FOKUS

Ketahanan Informasi Nasional

Kecil Besar

TIMESINDONESIA, LOMBOK BARAT – Desa Sesaot, Kabupaten Lombok Barat masuk dalam nominasi pada ajang Indonesia Sustainable Tourism Award atau ISTA 2019. Desa Sesaot akan bersaing dengan 37 destinasi yang sudah lama dikembangkan seperti Pulau Sari, Sumatera, Bandung.

Desa Sesaot sendiri secara profesional dikembangkan tata kelolanya baru 4 tahun. Namun, dari aspek yang ada dari indikator pembangunan pariwisata berkelanjutan, Wisata Sesoat sudah masuk dan Insya Allah menjadi calon juara.

Advertisement

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat Ispan Junaidi saat ditemui di Desa Sesaot, Jum'at (26/7).

"Walaupun kita baru pertama mengikuti, tetapi dari perangkat-perangkat yang standar Global Sustainable Tourism Counsult (GSTC) kita sudah ada bagian-bagian yang signifikan. Mudah-mudahan kalau kita mang terbaikmemperoleh hasil terbaik. Selain itu ada aspek yang paling menonjol yang bisa dipetik oleh destinasi lain dan kita dapatkan," terangnya. 

Bagi Ispan, ajang ini bukan hanya sekedar kompetensi saja namun juga sebagai ajang motivasi bagi destinasi wisata di seluruh Indonesia dalam rangka memenuhi standar Suistainablelity dalam pengembangan destinasi pariwisata. 

"Suistainablelity atau pariwisata berkelanjutan itu indikatornya banyak. Ada 104 indikator dan pekerjaan itu membutuhkan kolaborasi dengan berbagai kepentingan," kata Ispan. 

"Saya kira kedepan ini menjadi pembelajaran yang luar biasa bagi komponen yang ada di Lombok Barat, stakeholder-stakeholder di dalam, baik komunitas untuk membantu destinasi pengembangan tata kelola," lanjutnya. 

Dalam ajang ini, dari 300 peserta se-Indonesia kemudian disaring menjadi 37 peserta. Untuk menentukan juaranya, panitia akan memilih 17 peserta terbaik dan menjadi juara yang memenuhi empat kategori.

Ada kategori ekonomi, kategori sosial dan budaya, kategori tata kelola, dan kategori lingkungan. Dari keempat kategori tadi siapa yang unggul akan menjadi juara satu, dua, tiga dan empat di masing-masing kategori dan akan diumumkan pada tanggal 26 September mendatang. 

Tidak berhenti disitu saja, Kementerian Pariwisata selanjutnya akan terus melakukan pembinaan kepada 37 peserta ISTA 2019 yang sudah dipilih sebelumnya, termasuk Desa Sesaot, Kabupaten Lombok Barat. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : AJP-5 Editor Team
Publisher : Rochmat Shobirin

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES