KKN Unisma Malang Kelompok 24 Tingkatkan Ibadah dan Amaliyah Sosial Berbasis Masjid
Mahasiswa peserta program Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Masyarakat Tematik (KKN-PPM Tematik) Unisma Malang tersebar pada berbagai desa di beberapa kecamatan di Kabupaten Malang.

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
MALANG – Mahasiswa peserta program Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Masyarakat Tematik (KKN-PPM Tematik) Unisma Malang tersebar pada berbagai desa di beberapa kecamatan di Kabupaten Malang.
Salah satu Desa yang ditempatkan mahasiswa KKN-PPM Tematik dari Universitas Islam Malang pada awal tahun 2020 ini adalah Desa Mulyoasri yang terletak pada Kecamatan Ampelgading Kabupaten Malang.
Sebanyak 29 orang mahasiswa peserta KKN-PPM tematik yang tebagi menjadi 3 kelompok kecil berdasarkan tema yang telah ditentukan. Mahasiswa KKN-PPM tematik yang berada pada Desa Mulyoasri tergabung dalam 3 kelompok yaitu Kelompok 22, 23 dan 24.
INFORMASI SEPUTAR UNISMA MENGUNJUNGI unisma.ac.id
Khusus untuk tema berbasis Masjid diikuti sebanyak 10 mahasiswa oleh kelompok 24, lima peserta diantaranya berasal dari Fakultas Agama Islam (FAI) yang menjadi penanggungjawab program unggulan, yaitu: Fanny Maulida Kurniawati, Saraskia Mei Choirunnisa, Rosi Nuresa, Nova Septi Nazilatul Ula, Ahmad Syaifuddin Zuhri. Sementara tiga mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) yaitu: Rasul Hamdi Rumkel, Ahmad Amirudin Masykuri, dan Syamsul Arifin. Selain itu terdapat juga satu perwakilan mahasiswa yang masing-masing mewakili Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidian (FKIP) yaitu Shinta Indriani Umbu Nay dan Fakultas Teknik yang diwakili oleh Ahmad Muzayid.

Program kerja KKN-PPM Tematik berbasis Masjid oleh Kelompok 24 di Desa Mulyoasri, berdasarkan permasalahan yang ada di desa tersebut dan disesuaikan dengan kemampuan mahasiswa. Sebelum menjalankan program kerja Mahasiswa KKN-PPM mengadakan silaturahmi dengan Kepala Desa, Sekretaris Desa, Kepala Dusun ta’mir, Masjid Baitul Muttaqin, para tokoh agama dan warga desa Mulyoasri.
Dari hasil diskusi dengan masyarakat dan perangkat desa, mahasiswa KKN-PPM menentukan program unggulan berbasis masjid yaitu upaya meningkatkan Hablum minallah dan Hablum minannas melalui 2 kegiatan dengan tagline “Dua Saja Cukup”.
INFORMASI SEPUTAR UNISMA MENGUNJUNGI unisma.ac.id
Dua kegiatan yang djalankan oleh mahasiswa KKN-PPM Tematik kelompok 24. Husain Latuconsina yang bertugas sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), tentunya berdasarkan kondisi lokasi, aspirasi masyarakat dan sesuai dengan ajaran Islam yang wajib membentuk karakter setiap umat Islam untuk dapat meperkuat hubungan harmonis yang akan membawa kemuliaan dan kemaslahatan di sisi Allah subhanahu wata’ala, yaitu: 1) tata hubungan yang mengatur antara manusia dengan Tuhannya dalam hal ibadah (ubudiyah) atau yang populer dikatakan dengan hablum minallah, dan 2) tata hubungan yang mengatur antara manusia dengan makhluk yang lainnya dalam wujud amaliyah sosial.

Sesuai nama program kerja unggulan yang dinamakan “Dua Saja Cukup” mereka menjalankan Dua program kerja berupa “Pelatihan Sholat Lima Waktu dan Pembagian takjil Setiap hari Jumat”. Pelatihan Sholat Lima Waktu untuk adik-adik desa Mulyoasri dikarenakan banyaknya anak-anak dari desa tersebut yang belum bisa menjalankan sholat dengan benar dan baik.
Mahasiswa peserta KKN-PPM Tematik mengharapkan program ini bisa memberdayakan warga desa Mulyoasri, sehingga kedepannya anak-anak di desa tersebut bisa secara mandiri menjalankan ibadah sholat lima waktu secara rutin sesuai dengan tuntunan sholat yang baik dan benar yang merupakan salah satu bagian dari rukun Islam.
Program unggulan yang kedua yaitu Pembagian takjil setiap hari Jumat, dilaksanakan sebagai program shodaqoh untuk meningkatkan jalinan silaturahmi antara mahasiswa KKN-PPM dengan warga desa Mulyoasri tegas Fanny Maulida Kurniawati dari Fakultas Agama Islam yang juga sebagai koordiator kegiatan KKN-PPM Tematik berbasis Masjid di desa Mulyoasri, dan harapan kedepannya kegiatan Takjil setiap Jum’at ini bisa menjadi contoh yang baik untuk diteladani oleh anggota masyarakat yang memiliki rezeki berlebih untuk dapat bershodaqoh sebagai bagian integral untuk mempererat hubungan sosial dalam rangka meningkatkan Hablum minnas di antara mayarakat desa Mulyoasri.
INFORMASI SEPUTAR UNISMA MENGUNJUNGI unisma.ac.id
Selain program unggulan, mahasiswa KKN-PPM Tematik juga menjalankan beberapa program harian. Menurut Shinta Umbu Nay salah satu mahasiswa KKN dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, yakni TPQ sesuai kaidah tajwid yang baik dan benar, serta bimbingan belajar yang bertempat di Posko mahasiswa KKN, dan ada juga program tambahan seperti diba’an dan tahlilan setiap malam Jumat.
Menurut Rosi Nuresa salah atu penanggung jawab kegiatan dari Fakultas Agama Islam, bahwa TPQ tidak hanya dilaksanakan di Masjid Baitul Muttaqin tetapi juga dilaksanakan di Masjid RT 30, dan Musholla RT 26. Selain TPQ juga diisi dengan bimbingan belajar setiap selesai mengajar mengaji.
Untuk kegiatan bersih-bersih masjid (Ro’an) dilaksanakan setiap seminggu sekali bersama pengurus Masjid setempat, dan kegiatan ini diaksanakan bergantian antara masjid Baitul Muttaqin dan Musholla RT 30 sebagaimana dijelaskan oleh Saraskia Mei salah satu peserta KKN-PPM Tematik, “Mereka juga mengadakan silaturahmi ke warga desa pada setiap harinya. Dimana sillaturahmi dilaksanakan melalui kegiatan seperti Asyrokolan setiap hari selasa bersama warga dan Khataman Qur’an setiap selesai shubuh, ”ucap Ahmad Muzayid mahasiswa Fakultas Teknik yang meruakan peserta KKN-PPM Tematik.
Menurut Nova Septi salah satu penanggungjawab program tambahan mahasiswa KKN-PPM Tematik dari Fakultas Agama Islan, bahwa mereka juga mengikuti kegiatan diba’an yang dilaksanakan pada hari selasa sore setelah sholat ashar, kegiatan ini dilakukan bersama ibu-ibu warga dusun Mulyoasri khususnya ibu-ibu warga RT.25, RT.26, RT.27, RT.28, RT.29.
Adapun program tambahan yang dijalankan oleh kelompok 24 ini adalah untuk mendukung dan memperkuat program unggulan yang berbasis Masjid dengan tagline “Dua Saja Cukup”, sehingga mahasiswa juga belajar dari proses interaksi mereka dengan masyarakat, sekaligus dapat memberikan inspirasi kepada masyarakat untuk dapat meningkatkan Hablum minallah dan hablum minannas ungkap Husain Latuconsina yang menjadi Dosen Pembimbing Lapangan bagi mahasiswa KKN-PPN Tematik di Desa Mulyoasri Kecamatan Amplegading Kabupaten Malang.
INFORMASI SEPUTAR UNISMA MENGUNJUNGI unisma.ac.id
Selanjutnya menurut Latuconsina, Pemberdayaan Masyarakat berbasis masjid ini merupakan bagian dari upaya menjawab tantangan Bupati Malang kepada mahasiswa peserta KKN-PPM Tematik untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an bagi generasi muda di Desa yang selama ini menjadi salah satu permasalahan di tengah masyarakat desa yang umumnya ada di Kabupaten Malang.
Wargapun mengucapkan terimakasih pada mahasiswa KKN Unisma Malang kelompok 24 yang telah melaksanakan program kerja tersebut. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

