Mahasiswa KKN UM Jember Jelaskan Potensi Desa Sukosari dalam Musrenbangdes
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 1 Universitas Muhammadiyah Jember (UM Jember) yang berada di Desa Sukosari, Kecamatan Sukowono, Jember ikut berpartisipasi dalam acara Musyawarah Desa (Musdes) pada 30 Januari 2020 lalu. Partisipasi dari para ma

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
JEMBER – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 1 Universitas Muhammadiyah Jember (UM Jember) yang berada di Desa Sukosari, Kecamatan Sukowono, Jember ikut berpartisipasi dalam acara Musyawarah Desa (Musdes) pada 30 Januari 2020 lalu. Partisipasi dari para mahasiswa untuk melancarkan kegiatan masyarakat tersebut disambut antusias baik oleh perangkat desa maupun masyarakat desa.
Musdes tersebut dielar untuk membahas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) Periode 2019–2025. Pembahasan tersebut merupakan kelanjutan dari Musyawarah Dusun (Musdus) yang diadakan pada 29 Desember 2019 silam. Kegiatan yang dihadiri oleh beberapa kalangan di antaranya perangkat desa, para ketua RT dan RW, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan sejumlah warga di desa setempat.
Hasil pembahasan melalui Musdes tersebut kemudian dibawa ke dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) yang diselenggarakan pada Senin (10/2/2020). Musrenbangdes tersebut dilaksakan dalam rangka Penetapan RPJMDES 2019–2025.

Kepala Desa (Kades) Sukosari Ahmad Romadlon mengatakan bahwa Musrenbangdes merupakan forum untuk menampung aspirasi masyarakat terkait program kerja dan pembangunan di desa.
‘’Dalam rapat ini kami juga menampung segala keluhan dari masyarakat,’’ kata Romadlon.
Dalam Musrenbangdes tersebut mahasiswa KKN Kelompok 1 UM Jember berkesempatan untuk memaparkan kekayaan atau potensi yang dimiliki Desa Sukosari yang jga dikenal sebagai Desa Pandai Besi kepada peserta rapat.
Pemaparan tersebut dilakukan agar masyarakat di desa tersebut mengetahui potensi desanya sendiri. Sehingga diharapkan warga bisa berpartisipasi dalam upaya memajukan desa melalui produksi unggulannya dan membuka lapangan pekerjaan kepada masyarakat, khususnya kepada para ibu rumah tangga di Desa Sukosari.
Di antara produk unggulan dari hasil kerajinan masyarakat Desa Sukosari yang ditunjukkan para mahasiswa UM Jember tersebut yakni pisau dapur, pisau koleksi, dan pisau daging. Tidak hanya itu, masyarakat di desa tersebut juga mahir membuat sarung pisau berbahan kulit hingga kayu. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

