Indonesia Positif Universitas Islam Malang

KKN 23 Unisma Malang Turut Selamatkan Mata Air di Desa Mulyoasri

Kamis, 27 Februari 2020 - 11:15 | 182.92k
Proses Pembutan Filter Air 1.  (FOTO: AJP TIMES Indonesia)
Proses Pembutan Filter Air 1. (FOTO: AJP TIMES Indonesia)
FOKUS

Universitas Islam Malang

TIMESINDONESIA, MALANG – Kelompok 23 KKN-PPM Tematik Unisma Malang mengangkat tema “Filterisasi Penghasil Air Bersih dan Upaya Penyelamatan Sumber Air” pada pelaksanaan KKN di Desa Mulyoasri Kecamatan Ampelgading Kabupaten Malang.

Desa Mulyoasri Kecamatan Ampelgading Kabupaten Malang adalah salah satu desa yang terletak pada pada ketinggian 1.400 mdpl. Umumnya mata pecaharian masyarakat adalah bertani dan bertenak kambing. Dengan letaknya yang relatif tinggi pada lereng Semeru menjadikan desa ini secara umum tidak terlalu mudah mendapatkan akses air bersih.

Advertisement

INFORMASI SEPUTAR UNISMA MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Berdasaskan hasil survei mahasiswa KKN-PPM Tematik Unisma yang tergabung dalam kelompok 23, meliputi dari 10 orang mahasiswa, yaitu: Vara Arsyilia Fitriani (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan), Eva M. Seda Gadi, Ahmad Isomudin, Heksni Laksa Berlian (Fakultas Agama Islam), Ainul Yaqin, Fendri Yuwasahin, Tri Adi Handoyo Putra (Fakultas Teknik), Putri Nur Azizah (Fakultas Pertanian), M. Alhayyu Infant Mauluddin, Zahid Ubaidillah (Fakultas Ekonomi dan Bisnis), mereka menemukan salah satu persoalan yang dihadapi masyarakat khususnya pada pedukuhan Mulyoasri adalah kesulitan mendapatkan air bersih.

Pembutan-Filter-Air-2.jpg

Letak sumber air yang berada reatif jauh dari pemukiman mereka yaitu sekitar 5 km. Faktor jarak yang relatif jauh menjadi salah satu penyebab utama susahnya mendapatkan air bersih, dan pada saat musim hujan sumber air  tercemar material lumpur dan pasir halus.

Upaya pipanisasi yang dilakukan oleh pemerintah desa setempat juga belum optimal dan menjadi penyebab terhambatnya pasokan air bersih di dusun Mulyoasri.

Selain itu pada saat musim hujan, umumnya sumber air menjadi keruh karena lokasi sumber mata air (Mberdadi) diterjang banjir.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Purwanto kepala Pedukuhan Mulyoasri menjelaskan bahwa warga biasanya menggunakan anyaman bambu untuk menyaring daun dan material lainnya agar tidak masuk ke tandon sebagai penampung air bersih.

Filter air yang diinisiasi kelompok 23 merupakan alat yang berfungsi untuk menyaring dan menghilangkan kontaminan di dalam air dengan menggunakan penghalang atau media, baik secara fisika, kimia maupun biologi.

Ainul Yaqin (salah satu mahasiswa peserta KKN-PPM Tematik dari Fakultas Teknik), mengatakan bawa filter air yang akan dikembangan oleh kelompk 23 KKN-PPM Tematik UNISMA adalah filterisasi secara fisik, dengan menggunakan pipa ukuran diameter 4 cm dan dipotong menjadi dua tabung.

Tabung tersebut masing-masing berisi pasir pantai dan koral, tabung kedua berisi arang aktif dan kapas akuarium.

Selain pembuatan filter penghasil air bersih, menurut Heksni Laksa Berlian salah satu mahassiwa KKN-PPM Tematik dari Fakultas Agama Islam, bahwa kelompok 23 juga  mengadakan sosialisasi penggunaan filterisasi air bersih dan yang dirangkaikan dengan penyuluhan terkait upaya penyelamatan sumber mata air.

Pembutan-Filter-Air-3.jpg

Target sosialisasi dan penyuluhan diikuti oleh masyarakat yang terdampak akibat kekeruhan air saat musim hujan tiba.

Penyuluhan terkait upaya penyelamatan sumber air bersih dan cara mendapatkan air bersih diaksanakan pada tanggal 21 Februari 2020, yang bertindak sebagai narasumber adalah Bambang Irwan yang merupakan Ketua LSM Forum Pemberdayaan Masyarakat se Malang Raya.

Dalam paparannya Irawan menyampaikan beberapa hal yang harus dilakukan oleh masyarakat pada dusun Mulyoasri, Desa Mulyoasri, Kecamatan Ampelgading, diantranya adalah : i) reboisasi disekitar sumber mata air, ii) pembangunan tendon yang dapat menyimpan air bersih secara simulta, iii) penggunaan air perish oleh masyarakat idealnya menggunakan meteran untuk dapat mengestimasi biaya yang harus dibebankan kepada setiap rumah, iv) Pembuatan sumur resapan dengan memanfaatkan air hujan, dan v) pembangunan bendungan skala kecil yang dilengkap dengan pipa utama dengan filterisasi  pada sumber mata untuk mengantisipasi sumber air yang tercemar material pasir dan tanah saat musim hujan.

Pada kesempatan lain Husain Latuconsina,S.Pi.,M.Si selaku Dosen Pembimbing Lapangan bagi mahasiswa KKN-PPM Tematik pada Desa Mulyoasri-Kecamatan Amplegading, mengatakan bahawa sesuai dengan namanya “Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat Tematik (KKN-PPM Tematik) yang dijalankan oleh mahasiswa Universitas Islam Malang lebih memfokuskan kegiatan KKN pada kegiatan pemberdayaan masyarakat, mengingat kegiatan pemberdayaan merupakan sesuatu hal yang penting untuk menggerakan potensi masyarakat desa, namun sayangya selama ini belum menjadi program utama dalam pembangunan desa. 

Latuconsina selanjutnya mengatakan bahwa kegiatan pemberdayaan yang dilakukan oleh mahasiswa KKN-PPM Tematik di Desa Mulyoasri, kuhususnya untuk kelompok 23 lebih memfokuskan programnya pada permasalahan penanganan air bersih, dikarenakan hal ini menjadi persoalan mendasar yang dihadapi oleh masyarakat desa Mulyoasri.  

Latuconsina mengharapkan agar kegiatan mahasiswa KKN-PPM Tematik dari kelompok 23 dengan balutan tema “Filterisasi Penghasil Air Bersih dan Upaya Penyelamatan Sumber Air” I ini dapat bermanfaat dan memberikan insiprasi bagi masyarakat setempat untuk berupaya menyelamatkan sumber mata air melalui kegiatan reboisasi dan juga dapat menggunakan teknologi filterisasi sederhana skala rumah tangga, untuk mendapatkan air bersih yang layak pakai dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. 

Kegiatan KKN-PPM Tematik yang dijalankan oleh mahasiswa Universitas Islam Malang ini tentunya searah dengan keinginan pemerintah Kabupaten Malang yang mengharapkan agar Desa yang ada pada wilayah Kabupaten Malang untuk lebih memanfaatkan dana desa untuk berbagai kegiatan yang bersifat pemberdayaan, dibandingkan dengan kegiatan pembangunan fisik yang selama ini sangat mendominasi dalam penggunaan anggaran dana desa yang mereka dapatkan dari pemerintah pusat. (*)

INFORMASI SEPUTAR UNISMA MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : AJP-5 Editor Team
Publisher : Rochmat Shobirin

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES