Advertisement
Indonesia Positif

Jalan Desa Pantirejo-Sidosari Mulus dan Memuluskan Segenap Profesi Serta Anak Sekolah

Inilah wajah jalan menuju Desa Pantirejo, dari arah Desa Sidosari, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, yang telah dibangun melalui program TMMD Reguler 107 Kodim 0710 Pekalongan

TIMES Indonesia,
Jalan Desa Pantirejo-Sidosari Mulus dan Memuluskan Segenap Profesi Serta Anak Sekolah
Pintu masuk Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, dari arah Desa Sidosari, Kesesi. (FOTO: AJP TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

BREBES Inilah wajah jalan menuju Desa Pantirejo, dari arah Desa Sidosari, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, yang telah dibangun melalui program TMMD Reguler 107 Kodim 0710 Pekalongan selama 8 hari sejak pembukaan program (16/3).

Jalan mulai diaspal dari titik nol, yaitu perbatasan antara kedua desa (Pantirejo-Sidosari), menuju Dukuh Pepedan, Pantirejo, sepanjang 1,9 kilometer dengan lebar 3 meter. Namun saat ini, baru dikerjakan sepanjang 800 meter sampai di pemukiman Dukuh Jlubang, Pantirejo.

Advertisement

Dijelaskan Babinsa setempat dari Koramil 05 Kesesi, Sertu Sutrisno, terkait pemberhentian pengerjaan jalan, itu dilakukan karena jalan dari Dukuh Sutosari ke arah Dukuh Jlubang, Pantirejo, masih digunakan untuk dilewati armada pengangkut material pekerjaan talud sepanjang 450 meter tinggi 1 meter dan pengaspalan jalan volume 597 meter lebar 3 meter dari Jlubang ke arah Desa Bulaksari, Kecamatan Sragi.

“Pemberhentian pengaspalan jalan untuk menghindarkan kerusakan aspal karena dilalui tonase dari armada pengangkut material pembangunan talud dan pengaspalan jalan ke arah Desa Bulaksari, Kecamatan Sragi,” bebernya, Kamis, (26/3/2020).

Dijelaskannya lanjut, untuk pekerjaan lanjutan masih menunggu pekerjaan di Bulaksari tersebut 100 persen.

Menurutnya juga, orang akan pangling jika saat ini jika datang langsung ke Pantirejo melalui Sidosari.

“Tidak percaya, silahkan datang untuk membandingkan kondisi saat ini dengan sebelumnya. Dulu, banyak lubang dan terisi genangan air selepas hujan, sehingga jika orang yang lewat tidak berhati-hati, bisa jatuh,” tegasnya.

Advertisement

Walaupun baru 45 persen, jalan sudah mulus dan mulai memuluskan segenap profesi di Pantirejo maupun desa-desa di sekitarnya, termasuk anak sekolah.

“Walaupun belum 100 persen, saat ini jalan sudah mulus dan talud sudah tampak tertata,” pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

S
PenulisSerma Aan Setyawan (CR-176) Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia