Cegah Covod dengan Mencuci Tangan, ini Tips Hemat Air ala BEM-FH UWG Malang
FH UWG Malang mengkampanyekan gerakan menghemat air. Ajakan itu bermula dari banyaknya orang yang kini rajin mencuci tangan.

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
MALANG – FH UWG Malang mengkampanyekan gerakan menghemat air. Ajakan itu bermula dari banyaknya orang yang kini rajin mencuci tangan.
Ya sejak pandemi covid- 19 banyak orang yang paham betapa pentingnya menjaga kebersihan diri, salah satunya dengan mencuci tangan.
Gubernur Mahasiswa FH Adithya Tri Firmansyah R melakukan analisis. Sekali kita melakukan cuci tangan dengan air mengalir selama 20 detik, minimal 1,5 hingga 2 liter air terbuang. Bila dalam satu hari, satu orang mencuci tangannya sebanyak 10 kali, artinya 15 hingga 20 liter air terbuang. Bila dalam satu rumahtangga terdapat 5 orang anggota keluarga, maka dalam satu hari 75 hingga 100 liter air terbuang. "Kita aman dari covid-19 tetapi kemudian dunia akan krisis air bersih," tegasnya.
“Mencuci tangan penting untuk mencegah perluasan penyebaran virus mematikan ini, namun hemat air juga harus menjadi perhatian,” tambah pria ganteng berkacamata ini.

Setelah melakukan analisis secara kuantitatif, disarankan empat langkah penghematan air saat Covid-19 yaitu Nyalakan kran air, basahi tangan secukupnya. Matikan kran, sabun rata seluruh area telapak, punggung dan pergelangan tangan selama 20 detik 3. Nyalakan kran, bilas tangan dan bilas juga tuas kran dan matikan air, selesai.
Ilmu tentang Hukum Lingkungan ternyata menginspirasi Adit. Air adalah sumber penghidupan manusia. Menumbuhkan kesadaran generasi muda akan pentingnya menyelamatkan bumi dengan menghemat pemakaian air untuk keberlangsungan kehidupan dimasa yang akan datang yang lebih baik, harus dilakukan.
"Pandemi Covid-19 dan sosialisasi cuci tangan dengan air mengalir dengan intensitas yang tinggi tentunya berdampak pada semakin berkurangnya ketersediaan air bersih bagi kehidupan," jelasnya
Sosialisasi yang disampaikan lewat berbagai media sosial yang akrab di kalangan kelompok milenial ini bertujuan menghindari risiko lain yang tidak disengaja sebagai akibat pelaksanaan kewajiban yang penting untuk mencegah perluasan penyebaran virus berbahaya Corona. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

