Indonesia Positif

FEB Unisma Malang Bahas Peran Teknologi Informasi Masa Pandemi Covid 19 Melalui CEO Talk

Jumat, 15 Mei 2020 - 18:24 | 45.08k
Dekan FEB UNISMA Nur Diana, SE.,M.Si saat memberikan Welcome Speech di Acara CEO Talk bersama Wadek Bidang kemahasiswaan Khalukussabir, SE., MM. (FOTO: AJP TIMES Indonesia)
Dekan FEB UNISMA Nur Diana, SE.,M.Si saat memberikan Welcome Speech di Acara CEO Talk bersama Wadek Bidang kemahasiswaan Khalukussabir, SE., MM. (FOTO: AJP TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – Belum usai UMKM terdisrupsi dengan tuntutan perubahan 4.0 dan 5.0. Pelaku UMKM harus kembali dihadapkan pada tantangan global pandemi Covid 19. Tidak ingin pelaku UMKM berjuang sendiri dalam menghadapi tantangan tersebut, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unisma Malang hadir dan berperan aktif dalam memberikan solusi melalui penyelenggaraan CEO Online Talk Series.

Tema yang diangkat dalam acara ini 'Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Menghadapi Masa Pandemi Covid-19' dan menghadirkan narasumber Edi Prabowo Soebandi, selaku CEO perusahaan teknologi Ochabawez Dinamika Persada.

Advertisement

Sebagai informasi acara ini sendiri, disiarkan langsung secara daring pada aplikasi Zoom, Youtube Channel FEB_UNISMA TV, dan Facebook Humas FE Unisma dan telah ditonton tidak kurang dari 1000 kali.

Edy-Prabowo-Soebandi.jpg

INFORMASI SEPUTAR UNISMA KUNJUNGI www.unisma.ac.id

Dekan FEB Unisma, Nur Diana, SE, M.Si, dalam sambutannya menyatakan CEO online talk series yang dilaksanakan FEB Unisma ini merupakan wujud komitmen FEB Unisma untuk turut serta dalam memberikan solusi yang relevan dan terbaru pada tantangan bisnis UMKM di tengah situasi pandemi covid-19.

"Adanya covid 19 telah men-disrupsi seluruh aktivitas kehidupan. Termasuk dunia pendidikan yang semua telah beralih dari pembelajaran kelas menjadi pembelajaran yang serba daring," kata dia membuka seminar

"Kehadiran pemateri yang memiliki latar belakang praktisi teknologi informasi dengan karya yang telah diakui secara nasional diharapkan dapat memberikan wawasan atau insight baru mengenai kondisi, tantangan, dan solusi praktis mengenai bagaimana seharusnya pelaku usaha dapat bersikap menghadapi tantangan pandemi covid-19," kata Diana.

Alfiyan.jpg

Sementara itu dalam paparannya, Edi Prabowo Soebandi membuka dengan beberapa tantangan praktis teknologi informasi. Ia menjelaskan terdapat 7 tren digitalisasi dalam masa pandemi covid-19 ini seperti empower dan enable (memberdayakan pekerjaan yang dapat dilakukan remote dari rumah), engage (keterikatan secara virtual), accelerate (efisiensi operasi), protect (keamanan data yang terjamin), reduce (pengurangan operasional), dan support (dukungan penuh dalam proses adaptasi teknologi).

Tidak hanya itu, tren saat ini yang senantiasa berbagi menyebabkan konsep sharing economy menjadi primadona baru dalam dunia digital. "Banyak manfaat yang dapat kita rasakan dengan berbagi, seperti lebih transparan suatu proses, elastisitas pasar, biaya yang lebih terjangkau, dan terciptanya kebersamaan sosial melalui teknologi," ujarnya.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA KUNJUNGI www.unisma.ac.id

Lebih lanjut, dalam sesi tanya jawab pemateri memberikan saran praktis terkait bagaimana tetap bisnis bertahan dalam situasi pandemi seperti ini. "Baiknya, usaha kembali kepada core business masing-masing. UMKM tidak dalam posisi mengembangkan teknologi. Tetap berproduksi dan fokus pada bisnis intinya. Bergabung dengan platform marketplace seperti tokopedia, shopee, bukalapak yang ada untuk dapat tetap terkoneksi dengan pelanggan. Lebih bagus lagi, UMKM dapat mendorong pemerintah untuk dapat menciptakan suatu platform pasar digital UMKM sendiri yang dikelola BUMN sehingga dapat meningkatkan skala bisnis dan daya saing UMKM," tutupnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : AJP-5 Editor Team
Publisher : Rochmat Shobirin

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES