Indonesia Positif Universitas Islam Malang

Upaya Rekonstruksi Sejarah, BEM Unisma Malang Gelar Bedah Buku PU Gajah Mada

Kamis, 03 Desember 2020 - 15:11 | 98.08k
BEM Unisma Malang bersama Perpustakaan Pusat Unisma Malang menggelar bincang kebudayaan dan bedah buku PU Gajah Mada. (FOTO: AJP TIMES Indonesia)
BEM Unisma Malang bersama Perpustakaan Pusat Unisma Malang menggelar bincang kebudayaan dan bedah buku PU Gajah Mada. (FOTO: AJP TIMES Indonesia)
FOKUS

Universitas Islam Malang

TIMESINDONESIA, MALANG – BEM Unisma Malang bersama Perpustakaan Pusat Universitas Islam Malang menggelar bincang kebudayaan dan bedah buku PU Gajah Mada, Rabu (2/12).

Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Literasi Perpustakaan Pusat Unisma, zoom meeting dan live streaming youtube Humas Unisma Official. Acara tersebut dilaksanakan secara daring dan luring, namun untuk peserta luring dibatasi untuk menerapkan physical distancing.

Advertisement

Kepala perpustakaan Unisma, Dra. Lilik Ernawati Firdausi mengungkap jika hal ini digelar bersama bekerjasama dengan BEM Unisma Malang. "Dengan semangat sumpah pemuda dan hari pahlawan, kita akan menyimak penjelasan tentang sejarah besar bangsa Indonesia. Karena bangsa yang baik adalah bangsa yang tau aku akan sejarahnya yang nantinya akan disampaikan oleh kedua pemateri kita. Semoga dengan semangat merdeka literasi dalam merdeka belajar di kampus merdeka Universitas Islam Malang, perpustakaan kita bisa semakin maju dan berkembang," ungkap kepala perpustakaan Unisma Malang.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Rektor Unisma, Prof Dr. H. Maskuri, M. Si mengungkap apresiasi pada BEM Unisma dan perpustakaan Unisma. Pak Rektor menuturkan agenda ini sebagai upaya strategis untuk membangkitkan semangat baru bagi generasi muda serta bagi para akademisi. "Satu tema yang menarik menurut saya, menyingkap pembelokan sejarah era kolonial, karena sejarah itu tidak selalu diungkapkan seperti halnya yang terjadi," ungkap Rektor Unisma

bem unisma

"BEM Unisma dan perpustakaan Unisma menggelar acara ini untuk melatih nalar kritis mahasiswa. Saya apresiasi semoga kedepannya akan melahirkan inovasi kegiatan yang bersifat membangun bagi Unisma. Dari sosok Gajah Mada kita sebagai akademisi dapat belajar, bahwa ia sebagai tokoh yang ahli dalam bidang pemerintahan, dalam bidang hukum, termasuk juga kanuragan," tambah Prof Maskuri dalam sambutannya.

Setelah acara seremonial, kegiatan dilanjutkan dengan bincang kebudayaan dan bedah buku dengan dibuka oleh moderator M Afnani Alifian sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan BEM Unisma Malang. Pemateri pertama KH Agus Sunyoto, penulis buku PU Gajah Mada menjelaskan pembuatan buku ini dilakukan untuk membahas pembelokan yang ada salah satunya gajah mada karena sejak perang Hindia Belanda ada naskah yang mengandung pembelokan.

"Pada dasarnya Gajah Mada dikenal dengan sumpah palapa. Namun, faktanya persatuan nusantara itu sudah terwujud pada kerajaan kertanegara. Pembelokan lain digambarkan pada beberapa naskah seperti naskah kidung sunda yang menunjukkan dia hebat jago perang yang membunuh seorang raja sunda di Jawa Barat," terang ketua Les Bumi Indonesia, KH Agus Sunyoto.

"Nyatanya, tidak ada data yang membahas penaklukan yang dituliskan di suatu naskah. Ketika ada perang bali diceritakan bahwa Gajah Mada yang menyerang setelah peristiwa jatuhnya Kertanegara, nyatanya gajah mada ditawan oleh musuh. Pada kenyatanya, sosok yang ditemukan pada seorang Gajah Mada adalah seorang pemikir, ilmuwan, ahli hukum, ahli pemerintahan, guru yang dipatuhi warga kerajaan, Gajah Mada ini diserahi tugas untuk menyusun kuhp Manawa dharma sastra dari majapahit dan menyusun pendidikan. Sayangnya, semua ini tidak dibahas dalam buku,"  jelas Kiai Agus.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Sementara itu, Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Dirjen Kebudayaan) Republik Indonesia, Hilmar Farid, Ph.D menjelaskan jika Buku ini seperti novel sejarah yang merupakan ragam kepenulisan yang sangat penting. "Bukan berarti karena novel faktanya tidak ada justru novel sejarah biasanya lebih kuat datanya daripada buku sejarah. Isi novel ini adalah perpaduan antara data yang dicari dari sejarah lalu ditampilkan dalam bentuk novel sejarah," ungkap Hilmar.

"Yang digunakan adalah teknik realisme, yaitu sebuah periode seseorang yang ditampilkan secara utuh. Dalam buku ini terdapat informasi pembelokan sejarah yang dilakukan secara sistematis. Akhir abad 18, Belanda mulai mempelajari peninggalan sejarah seperti Borobudur lalu direkonstruksi oleh belanda. Dahulu terdapat banyak perang kolonial dimana dalam peperangan itu pasti ada yang namanya penjarahan. Dengan penjarahan ini, kolonial menjarah raja di Lombok dan kisahnya dibawa ke Belanda. Implikasinya adalah masyarakat kita menjadi kecil pengetahuannya mengenai sejarah," terang Hilmar dalam penjelasannya.

Hilmar juga menambahkan jika ia sependapat dengan seruan penulis yaitu KH Agus Sunyoto. Buku ini dibentuk dengan pengembangan metode yang sistematikanya sesuai dengan fakta. "Oleh karena itu, benar yang dikatakan oleh penulis jika kita sebagai Bangsa Indonesia harus percaya diri dengan ilmu kita sendiri. Ekspresi yang beragam mengenai kebudayaan kita ini adalah sebuah tantangan untuk literasi pengetahuan kita," ungkapnya.

Pada akhir acara, Presiden Mahasiswa Unisma Malang menuturkan harapan besarnya atas lahirnya buku PU Gajah Mada yang menurut KH Agus akan sampai lima jilid. "Karena yang menulis merupakan ketua Lembaga seniman budayawan muslimin Indonesia, saya sebagai presiden mahasiswa Unisma Malang yang menggelar acara ini berharap besar PBNU untuk memfilmkan buku sejarah Ini. Sebab ingatan milenial, akan lebih mudah lagi di rekonstruksi menggunakan pendekatan film," ungkap A. Faruuq. (*)

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

*)Pewarta: Jihan, Biro Jurnalistik Kemenkominfo BEM Universitas Islam Malang (UNISMA).

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Dhina Chahyanti
Publisher : Rochmat Shobirin

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES