Cafe Museum di Sumenep, Kenalkan Peninggalan Zaman Belanda Sembari Berkuliner
Pecinta kuliner makin dimanjakan dengan hadirnya Cafe Museum di Sumenep, Jatim. Seperti namanya cafe ini mengusung konsep museum untuk ornamen dan bangunannya.

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
SUMENEP – Pecinta kuliner makin dimanjakan dengan hadirnya Cafe Museum di Sumenep, Jatim. Seperti namanya cafe ini mengusung konsep museum untuk ornamen dan bangunannya.
Indra Jp, pemilik Cafe Museum mengatakan awalnya cafe yang berlokasi di Kota Tua Kalianget ini bernama Aloska 2. Namun karena mengangkat konsep warisan budaya atau heritage, maka diganti nama dengan Cafe Museum agar lebih mudah diingat.

Selain bangunan yang bernuansa tempo dulu, di cafe ini juga dipamerkan barang bersejarah lainnya. "Disinilah, pengunjung bisa mengenal barang-barang peninggalan zaman Kolinial Belanda juga para pimpinan PT Garam mulai dari tahun 1945, zaman revolusi kemerdekaan hingga sekarang," jelasnya pada TIMES Indonesia.
Cafe ini juga punya menu andalan, diantaranya Soto Anti Covid 19, Nasi Goreng Manado, dan aneka masakan dari Cina, Thailand, uga Eropa. Tak ketinggalan sajian live musik membuat betah berlama-lama di Cafe Museum.
Meski tengah dilanda bencana covid- 19, namun cafe ini tetap beroperasi dengan menerapkan protokol kesehatan dengan baik dan benar.
Indra berharap Cafe Museum di Sumenep ini bisa menjadi rujukan kaum milenial untuk mengenal sejarah sambil berwisata kuliner. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

