Advertisement
Indonesia Positif

Mainan Edukasi Kreatif Popatoy Makin Diminati Anak-Anak

Dunia anak adalah bermain. Banyak permainan yang kreatif dan mengedukasi dapat dihadirkan meski harus di rumah saja.

TIMES Indonesia,
Mainan Edukasi Kreatif Popatoy Makin Diminati Anak-Anak
foto workshop, foto hasil bermain, foto di royal ATK malang.
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Dunia anak adalah bermain. Banyak permainan yang kreatif dan mengedukasi dapat dihadirkan meski harus di rumah saja. Salah satunya mainan edukasi kreatif Popatoy.

Mainan ini adalah mainan anak untuk usia mulai 4 tahun ke atas. Popatoy memiliki bergam tema produk, mulai dari tema kreatif paper craft, pop up, paket jumbo hemat kreatifm buku edukasi wipe clean dan non wipeclean.

Advertisement

Mainan Edukasi Kreatif 2

Anisa Aprilia dibalik sosok produk popatoy. Wanita yang akrab disapa Lia ini mulai menjalankan bisnis mainan anak sejak tahun 2016. Saat rilis dibulan pertama Lia mampu menjual 400 pcs popatoy dengan bantuan teman-teman dan beberapa reseller saat itu.

Perjalanan Lia dalam menekuni bisnis bukan tanpa hambatan. Sebenarnya Lia sudah menekuni bisnis di usia 23 tahun. "Latar belakang pendidikan saya animasi dan desain grafis, tetapi saat kuliah memilih focus pada dunia game programming di Universitas Negeri Malang, jadi pekerjaan pertama saya secara professional juga dibidang developer game bagian programmer," tutur Lia pada TIMES Indonesia. 

Setelah lulus kuliah, Lia bekerja sebagai desain grafis di Surabaya. Karena merasa tidak passion bekerja ikut orang, Lia membulatkan tekad untuk memulai bisnisnya. 

Mainan Edukasi Kreatif 3

"Dalam setahun keluar masuk perusahaan yang berbeda sampai 4x, dan saya rasa namanya ga passion percuma juga ke depan juga bakal gini-gini aja," tegasnya. 

Dan akhirnya tahun 2013 Lia mulai terjun di dunia bisnis pertamanya bidang game digital, tapi dalam 2 tahun Lia tak kunjung mendapat hasil yang signifikan dari produknya. Tapi dengan ketekunan dan tak pantang menyerah Lia terus mengutak-atik karya gamenya.

"Dan saat itu grafis game saya itu kan banyak dan bagus-bagus, cobalah saya cetak dan modifikasi menjadi bentuk 3 dimensi, dan ternyta jadi prototype paper craft pertama popatoy," jelas Lia.

Sejak saat itulah Lia mulai serius menggarap popatoy hingga kini. "Secara produk memang ga sengaja sih, tapi secara konsep dan passion sangat disengaja karena saya memang sejak sekolah dibangku SMA ingin punya bisnis," tutur Lia.

Kini popatoy telah mencapai penjualan ribuan set dalam sebulan, dengan puluhan reseller, jangkauan pemasaran seluruh Indonesia, bahkan pernah ke singapura dan Australia.

Ke depan selain mainan edukatif kreatif popatoy, Lia ingin mengembangkan bisnis dengan menambah produk baru kolaborasi dengan penulis buku anak dan event/ workshop kreatifitas untuk anak. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia