Mahasiswa KKN Undip Olah Nangka Muda Jadi Abon Renyah
Dusun Indrokilo, Desa Lerep, Kabupaten Semarang memiliki banyak potensi sumber daya alam berupa produk pertanian yang perlu dikembangkan diantaranya kopi, cengkeh, aren, durian, rambutan dan nangka.

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
semarang – Dusun Indrokilo, Desa Lerep, Kabupaten Semarang memiliki banyak potensi sumber daya alam berupa produk pertanian yang perlu dikembangkan diantaranya kopi, cengkeh, aren, durian, rambutan dan nangka. Untuk meningkatkan kualitas dan nilai jual produk serta perekonomian masyarakat desa, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro (Undip) Nangka muda diolah menjadi abon yang renyah dan gurih.
“Nangka muda merupakan salah satu buah yang banyak tumbuh di Indonesia, memiliki bentuk yang menyerupai serat-serat daging sehingga dapat dijadikan abon tiruan. Penggunaan bahan pangan nabati pada abon memiliki serat yang tinggi yang baik untuk kesehatan Dengan kandungan makanan berserat tinggi mampu menyerap kolesterol, mengurangi resiko penyakit kardiovaskuler, dan menormalkan lemak darah,” kata mahasiswa KKN Undip, Aisyah Nuraini di Kabupaten Semarang, Rabu (10/2/2021).
Abon yang dibuat dengan bahan-bahan yang mudah dijumpai, antara lain nangka muda (gori), jahe, kunyit, lengkuas, kemiri, ketumbar, daun jeruk, daun salam, batang sereh, dan gula aren. “Pengolahan abon nangka muda relatif mudah sehingga masyarakat Dusun Indrokilo khususnya ibu-ibu rumah tangga dapat membuatnya sendiri di rumah serta memiliki biaya produksi yang murah,” kata Aisyah
Dengan demikian kami mahasiswa KKN Undip sangat berharap inovasi produk yang telah dibuat dapat memberikan manfaat dan kontribusi pada peningkatan ekonomi masyarakat Dusun Indrokilo Desa Lerep dengan hanya memanfaatkan bahan yang ada di sekitar.
“Jika diolah dan dikemas dalam kemasan menarik dapat dijual dan meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga,” ujar mahasiswa Teknologi Rekayasa Kimia Industri ini.
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

