Di Kendal, Budidaya Cacing Sutra Jadi Usaha Menjanjikan
Ikan hias merupakan produk budidaya yang memiliki nilai komersial berdasarkan segi estetikanya terutama warna dan ukuranya. Ikan hias yang dinilai dengan warnanya seperti ikan cupang, guppy dan masih banyak lainya.

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
KENDAL – Ikan hias merupakan produk budidaya yang memiliki nilai komersial berdasarkan segi estetikanya terutama warna dan ukuranya. Ikan hias yang dinilai dengan warnanya seperti ikan cupang, guppy dan masih banyak lainya.
Ikan hias yang dinilai dari segi ukuranya atau bentuknya seperti ikan koi, ikan catfish dan masih banyak ikan lainya. Perawatan ikan hias tergolong tidak susah dan membutuhkan biaya perawatan yang lumayan rendah.
“Penggunaan pakan alami masih minim digunakan karena harga belinya lumayan dan kalah bersaing dengan pakan konvensional,” ujar Muhammad Billy Abiyakhsa, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro (Undip) di Desa Sukodadi, Kecamatan Kangkung, Kendal, Senin (15/2/2021).
Warga RT 5 RW 2 Desa Sukodadi mempunyai hobi memelihara ikan hias. Ikan hias yang dipelihara berupa ikan koi, ikan guppy, cupang dan ikan kecil lainya. “Akan tetapi masih kurang dalam pengetahuan mengenai budidaya ikan yaitu dalam segi pembuatan pakan alami mandiri,” ungkapnya.
Mahasiswa KKN Undip TIM I periode 2021 di bawah bimbingan Drs. Dul Muid M.Si., Akt.. di Kelurahan Sukodadi, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal memberi edukasi mengenai perawatan budidaya ikan hias dan budidaya cacing sutra sebagai sumber pakan alami untuk ikan yang dipelihara. Pemberian edukasi dilakukan di RT 5 RW 2 Desa Sukodadi dengan peserta masyarakat setempat.
Progam yang diberikan yaitu budidaya ikan hias menggunakan pakan alami cacing sutra. Cacing sutra yang dibudidayakan dapat dijual mengingat harga perliternya cukup mahal yaitu kisaran Rp 20.000-Rp. 30.000. “Pemberian edukasi tersebut bertujuan untuk mengedukasi masyarakat dalam pengembangan budidaya ikan hias dan untuk menambah penghasilan,” ujarnya.
Pemberian edukasi dengan cara penyampaian materi bagaimana budidaya cacing sutra dari bagaimana pembuatan media dan wadah. Kemudian bagaimana perawatanya dan pakan yang digunakan untuk cacing sutra.
“Siklus produksi juga diajarkan untuk memberi tahu bagaimana siklus budidaya cacing sutra dari telur dan sampai siap panen. Pemberian edukasi budidaya cacing sutra diharapkan menambah pengetahuan dan cara budidaya cacing sutra kedepannya,” ungkapnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

