Ini Cara Mahasiswa KSM-T Unisma Malang Tingkatkan Rasa Percaya Diri Santri
Mahasiswa KSM-T Unisma Malang melaksanakan program kerja di Pesantren Nururrahman Prasian, Kec. Pakusari Kab. Jember Jawa Timur.

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
Malang – Mahasiswa KSM-T Unisma Malang melaksanakan program kerja di Pesantren Nururrahman Prasian, Kec. Pakusari Kab. Jember Jawa Timur.
Sasmita Sari mahasiswa Unisma fokus pada kegiatan ektrakulikuler yang disebut dengan Muhadharah (Ceramah atau latihan pidato) ceramah atau dakwah.
Sasmita menjelaskan bahwa kegiatan ini dilakukan bertujuan untuk mengembalikan nilai-nilai yang semakin pupus khususnya untuk generasi muda saat ini. Selain itu, dapat meningkatkan rasa percaya diri bagi santri. Untuk menjadi seorang pedakwah yang berkualitas dibutuhkan pembinaan dalam upaya mengkaji dan mengembangkan metodelogi dakwah sejak dini di pesantren dan sekolah.
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id
Dalam kegiatan muhadharah tersebut para santri dituntut berceramah dengan penguasaan materi, teknik dan gaya bahasa dengan sebaik-baiknya. Kegiatan ini dilakukan semata-mata demi mengembangkan potensi yang dimiliki para santri dan sebagai penyedia fasilitas kebaikan.
"Saya sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan yang dilakukan peserta KSM Tematik ini untuk mengasah kemampuan santri dan salah satu bentuk pengabdian," ucap K.H. Abd. Khalik selaku ketua yayasan Pondok Pesantren Nururrahman.
Mahasiswa Unisma mengatakan kegiatan ini termotivasi dari da’i-da’i cilik yang tak sengaja ditontonnya di you tube. Melalui kegiatan muhadharah ini para santri dilatih untuk berbicara menyampaikan pidato di depan teman-temannya secara bergantian layaknya seorang dai. Acara ini dilakukan seminggu sekali pada malam sabtu ba’da isyak.
Setiap santri wajib mengikuti acara ini, sebelum acara dilaksanakan santri yang bertugas untuk berpidato menyetorkan pidatonya. Selama kegiatan ini berlangsung mahasiswa Unisma bekerja sama dengan ustadzah Pondok Pesantren Nururrahman dalam memberikan arahan terkait teknik dan gaya bahasa dalam menyampaikan pidato yang baik dan benar.
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id
Setiap santri berbeda-beda dalam menyampaikan pidato yaitu menggunakan 3 bahasa. Bahasa Arab, bahasa Indonesia dan bahasa Inggris hal ini dimaksudkan agar santri tidak hanya menguasai satu bahasa saja melainkan berbagai bahasa dapat dikuasai. Membaca Tilawatil Quran sebagai awal pembuka kegiatan muhadharah selanjutnya di isi dengan pidato 3 bahasa bagi yang tidak lancar dalam menyampaikan pidato tersebut dikenakan hukuman dengan menulis dan menghafal mufrodat menggunakan 3 bahasa yakni, bahasa Indonesia, bahasa Arab dan bahasa Inggris sebanyak tiga puluh kata. Kegiatan ini dilakukan sudah berlangsung selama 3 pekan.
Sasmita, mahasiswa Unisma Malang berharap dari kegiatan ektrakulikuler ini santri mempunyai kemampuan dalam berceramah dan sebagai salah satu upaya dalam meningkatkan rasa percaya diri dalam diri santri dan memiliki keberanian untuk berbicara di depan publik. (*)
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id
*)Pewarta: Sasmita Sari, Mahasiswa KSM Tematik Universitas Islam Malang (UNISMA)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

