Advertisement
Indonesia Positif

Bersama Guru KSM-11 Unisma Malang Ajak Siswa KB untuk Mengenal Asmaul Husna

Mahasiswa Unisma Malang, melakukan program Kandidat Sarjana Mengabdi Tematik (KSM-T) di Desa Tomporejo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.

TIMES Indonesia,
Bersama Guru KSM-11 Unisma Malang Ajak Siswa KB untuk Mengenal Asmaul Husna
Kegiatan belajar mengenal Asmaul Husna di kelompok belajar di desa Tomporejo. (FOTO: AJP TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Mahasiswa Unisma Malang, melakukan program Kandidat Sarjana Mengabdi Tematik (KSM-T) di Desa Tomporejo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.

Program kerja KSM-T kelompok 11 adalah membantu siswa Kelompok Belajar (KB). 

Advertisement

Kelompok belajar tersebut dilaksanakan pada hari Senin sampai dengan Kamis dan berlangsung mulai pukul 08.00 sampai dengan 09.30 WIB.

Tak hanya pelajaran sekolah, kegiatan kelompok belajar tersebut juga diisi dengan mengahfal Asmaul Husna. Metode menghafal yang diterapkan dengan cara menyanyi, sehingga anak dapat cepat menghafal. 

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

"Penanaman nilai agama sangat penting dan harus dilakukan pada Kelompok Belajar ini. Mengingat usia mereka sangat dini mengajarkan materi atau hal apapun pada siswa harus tersirat makna belajar sambil bermain agar tidak terjadi kebosanan yang akan dialami siswa," kata Rossy salah satu guru pada kelompok belajar tersebut.

Pembelajaran agama adalah perihal pertama yang sangat penting harus diajarkan dan dikenalkan sejak dini pada anak – anak. Mengenal dan membaca Asmaul Husna mempunyai banyak keutamaan dan manfaatnya. Terlebih untuk anak usia dini tidak mudah untuk menghafal dan memahami pembelajaran yang terjadi termasuk pembelajaran nama – nama Allah yang berjumlah 99. Maka karena itu, diharuskan adanya metode yang dilakukan oleh guru agar siswa dapat berpatisipasi aktif dan mengikuti dengan mudah.

Advertisement

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

"Setiap pagi setelah berdoa, kami mengajarkan anak – anak untuk menyebutkan Asmaul husna dengan berbagai metode yang mudah dipahami oleh siswa dan terkesan menyenangkan sehingga anak – anak tidak mengalami kebosanan dalam belajar. Metode tersebut yaitu seperti mengajak mereka bernyanyi sambal mengangkat tangan seperti berdoa," kata Sulaidah selalaku Guru Kelompok Belajar.

Dengan berbagai metode dan kreatifitas yang dilakukan seperti menyanyi dan melakukan gerakan – gerakan dapat menstimulusi peserta didik dengan perkembangan motoriknya. Mengingat mereka masih pada masa anak – anak yang masih suka dengan bermain dan mengalami cepat bosan terhadap situasi yang berulang – ulang.

"Karena dengan bernyanyi kadang bertepuk tangan melakukan pergerakan seperti menunjuk mata dan telinga bisa membuat mereka tanpa bosan setiap hari mengulang bernyanyi, membaca nama – nama Allah karena itu salah satu pengenalan mereka pada usia dini terhadap Tuhan-nya serta Agama-nya," kata Anik Guru Kelompok Belajar Kelas B.

Terbukti dengan metode tersebut dan dilakukan secara rutin setiap hari. Anak – anak tersebut mengikuti dengan riang tanpa ada rasa bosan dalam belajar dan bahkan sudah ada yang hafal dengan lagu – lagu Asmaul Husna yang di bacanya setiap pagi. Salah satu siswa yang sudah hafal dengan lagu Asmaul Husna tersebut adalah Syarifah. Ia setiap pagi menyanyi dengan sangat lantang, dan gembira dalam melakukan proses pembelajaran. (*)

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

*)Pewarta: Weny Tri Utaminingsih, dkk. Mahasiswa KSM Tematik Kelompok 11 Universitas Islam Malang (UNISMA)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia