Advertisement
Indonesia Positif

Antisipasi Cuaca Ektrem, KSM Tematik Unisma Malang Gelar Penyuluhan Kesehatan Ternak

Perubahan cuaca ekstrem dapat berdampak buruk bagi kesehatan ternak apabila dalam penangannya tidak dipersiapkan dengan matang dan pendampinagan dalam rangka peningkatan kualitas SDM peternak yang mumpuni dan mengerti akan kondisi suatu ternak.

TIMES Indonesia,
Antisipasi Cuaca Ektrem, KSM Tematik Unisma Malang Gelar Penyuluhan Kesehatan Ternak
Kegiatan Penyuluhan Bersama Balai Penyuluhan Pertanian dan Puskeswan. (FOTO: AJP TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

BANYUWANGI Perubahan cuaca ekstrem dapat berdampak buruk bagi kesehatan ternak apabila dalam penangannya tidak dipersiapkan dengan matang dan pendampinagan dalam rangka peningkatan kualitas SDM peternak yang mumpuni dan mengerti akan kondisi suatu ternak.

Disisi lain dengan ditambahnya kejadian erupsi gunung raung yang dimana abu vulkanik yang dikeluarkan oleh gunung raung sudah tersebar diberbagai daerah salah satunya di kelurahan kalipuro, kondisi ini menjadi sangat mnegkhawatirkan karena abu tersebut disinyalir akan mudah menempel pada rumput hijauan yang akan diberikan pada ternak sehingga dampaknya apabila hal ini tidak diantisipasi sejak dini maka ternak akan terjadi penurunan nafsu makan dan dapat menimbulkan berbagai penyakit mulai dari pernapasan sampai kolik abdomen.

Advertisement

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Melatar belakangi hal tersebut mahasiswa KSM Tematik Unisma geliat mengadakan kegiatan penyuluhan dengan bertemakan Tantangan Manajemen Kesehatan Ternak Sapi Dalam Menghadapi Situasi Pandemi dan Cuaca Ekstrim, Kamis (18/02/2021).

Menurut Khabib Mustofa Selaku Koordinator Kelompok KSM “Kegiatan ini merupakan bentuk Implementasi pengabdian kami selama melaksanakan kegiatan KSM T di Lingkungan Wangkal, Kelurahan Kalipuro.

Ia mengungkapkan lingkungan ini populasi ternak rakyat cukup banyak sehingga kesiapan peternak dalam menghadapi cuaca ekstri penghujan perlu disiapkan agAr nantinya penyakit yang bisa timbul dapat ditekan seminimalisir mungkin.

"Ditambah juga untuk lingkungan ini peternak banyak mengeluh karena hijauan pakan ternak bercampur oleh abu vulkanik yang timbul dari erupsi gunung raung, ini merupakan kendala bagi peternak dan perlu diwaspadai dan dilakukan langkah – langkah preventif guna mengantisipasi atau menekan angka kerugian bagi peternak khusunya pada bidang manajemen kesehatan ternak," jelasnya.

Advertisement

Saat ditemui, drh. Yuli Darmawan selaku Petugas Penyuluh Kesehatan Ternak Kecamaran Kalipuro mengatakan bahwa apabila membaca situasi keadaan tentang manajemen kesehatan ternak dalam peternak rakyat maka kendala yang ditemui akan lebih bervariasi karena hal ini juga terkait perihal kesadaran dari masing-masing peternak yang tentunya berbeda – beda,

Selain itu pada saat menyampaikan paparan materi atau diskusi secara interaktif Yuli menjelaskan bahwa 4 faktor yang harus dipenuhi dalam rangka mensejahterakan ternak agar nantinya ternak tersebut dapat produktif dan menghasilkan yakni ditinjau dari faktor manajemen pakan, Manajemen Kandang, Pembibitan dan Kesehatan ternak.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Khabib menambahkan bahwa kegiatan ini sengaja dilakukan dengan bekerja sama dengan Balai Penyuluhan Pertanian dan Pusat Kesehatan Hewan Kecamatan Kalipuro karena mengingat sasaran yang akan dicapai yaitu ke sebuah Kelompok tani yang berada di lingkungan Wangkal,

Dimana mayoritas dari kelompok tani ini memiliki ternak dan permasalahan kesehatan juga menjadi kendala yang kompleks sehingga dukungan dan Bantuan materil dari dinas terkait perlu dilakukan agar nantinya dapat tepat sasaran dan sesuai kebutuhan.

Selain dukungan dari dinas terkait kegiatan ini terlaksana atas bimbingan dosen pendamping lapang Dr. Gatra Ervi Jayanti, M.Si.

Menurut Ketua Kelompok Tani Bina Lestari Abdul Rasyid, kehadiran mahasiswa KSM Unisma yang peka akan keadaan realita sosial disini patut kami apresiasi karena dengan mengadakan kegiatan seperti ini kami merasa terbantu dalam menyelesaikan problematika yang ada. 

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Mengacu dari sebelum diadakannya penyuluhan ini Abdul Mengaku bahwa banyaknya  anggota kelompok yang melaporkan bahwa kasus penyakit atau manajemen kesehatan ternak menjadi kendala utama yang sekaranf dihadapi oleh peternak khususnya yang tergabung didalam kelompok tani bina lestari ini.

Khabib berharap kegiatan ini nantinya dapat memberikan edukasi kepada peternak lingkungan wangkal khsusunya yang tergabung didalam kelompok tani bina lestari untuk terus mau berkembang dan meningkatkan kualitas kesejahteraan ternak mulai dari faktor pakan yang sesuai, Manajemen Perkandangan, cara memilih bibit yang baik dan tepat memperhatikan faktor kesehatan ternak utamanya pada saat cuaca ekstrem seperti ini. (*)

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

*)Pewarta: Khabib Mustofa Alkamal, Koordinator kelompok 64 KSM Tematik Universitas Islam Malang (UNISMA)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia