Seikat Kembang, Berawal dari Iseng Kini Sukses Kembangkan Industri Local Creative
Berawal dari iseng untuk menambah uang jajan semasa kuliah, Anastasia Maharani Yulia Eka Putri memulai bisnis florist dengan nama Petals Blossom di Semarang pada 2018.

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
Madiun – Berawal dari iseng untuk menambah uang jajan semasa kuliah, Anastasia Maharani Yulia Eka Putri memulai bisnis florist dengan nama Petals Blossom di Semarang pada 2018. Perempuan yang akrab disapa Tasya ini awalnya minder dan ragu ketika memulai usahanya. Karena sudah banyak usaha serupa yang menjamur di Semarang. Tapi karena tekadnya yang gigih, dia terus belajar sampai florist nya dikenal orang.
Pada akhir 2019, dia memutuskan pulang kampung ke Madiun. Petals Blossom sempat vakum kala itu. Tapi karena Tasya masih ingin memiliki usaha florist, dia memberanikan diri melanjutkan usahannya melalui sosial media. Meskipun awalnya sempat ragu dengan market yang ada di Madiun, ternyata usaha Tasya membuahkan hasil. Hingga akhirnya dia dipertemukan dengan rekan kerjanya di kantor yang memiliki visi dan misi sama. Bersama kedua temannya, Dessy dan Anton, Petals Blossom berganti nama menjadi Seikat Kembang. Saat ini sudah memiliki workshop sendiri di Perum Widodo Kencana Indah 1 Blok 10 A, Jalan Serayu Timur, Kota Madiun.

Ditanya mengapa memilih usaha florist, Tasya mengaku karena dirinya menyukai tanaman. Dia juga melihat peluang usaha florist tidak pernah mati.
“Selain buket bunga, kami juga melayani pembuatan bunga meja, wedding buket, buket uang, balon box, gift, hampers, floral decor dan lainnya. Tapi semua produk selalu dikombinasikan dengan produk utama, yaitu bunga. Kami mengusahakan customer mendapatkan kualitas premium, mulai dari pemilihan bunga, rangkaian buketnya bahkan sampai wrapping. Setiap orang juga bebas custom budget atau model rangkaiannya bagaimana. Itu yang membedakan Seikat Kembang dengan florist lain yang ada di Madiun,” jelas Tasya kepada TIMES Indonesia, Sabtu (13/3/2021).

Tasya menjelaskan, selama masa pandemi merupakan titik balik usahanya berkembang. Ketika banyak orang tidak bisa pulang kampung karena pandemi, Seikat Kembang hadir untuk tetap bisa memberikan gift bagi orang tersayang meskipun tidak bertatap muka. Kemudian melihat banyak local creative yang berdampak dan kebingungan memasarkan produknya, diajaklah berkolaborasi dengan Seikat Kembang. Tentunya tetap dengan simbiosis mutualisme yang saling menguntungkan. Selain itu, kualitas tetap dipertahankan dan strategi marketing yang terus dikembangkan.
“Harapan ke depannya, Seikat Kembang bisa terus maju, berkembang dan dapat melayani customer sesuai permintaan. Selain itu kita juga ada program untuk Local Creative Collaboration, dimana sangat terbuka untuk kolaborasi dengan berbagai local creative yang ingin memasarkan dan memajang produknya di workshop kami,” papar Tasya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

