Advertisement
Indonesia Positif

Petani Desa Sumberejo Kota Batu Panen Cabai Bersama Mahasiswa KSM-Tematik Unisma Malang

Warga Desa Sumberejo, Kota Batu mayoritas berprofesi sebagai petani, mulai dari petani sayur, buah – buahan dan juga petani bunga. Kelompok 49 KSM-Tematik Unisma Malang turut membantu petani memetik cabai di musim panen.

TIMES Indonesia,
Petani Desa Sumberejo Kota Batu Panen Cabai Bersama Mahasiswa KSM-Tematik Unisma Malang
Mahasiswa KSM Unisma membantu petani Desa Sumberejo memetik cabai pada musim panen. (FOTO: AJP TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

Malang Warga Desa Sumberejo, Kota Batu mayoritas berprofesi sebagai petani, mulai dari petani sayur, buah – buahan dan juga petani bunga. Kelompok 49 KSM-Tematik Unisma Malang turut membantu petani memetik cabai di musim panen.

"Keikutsertaan kami secara langsung membantu petani saat memetik cabai itu sangat bermanfaat, dimana kami bisa mengetahui bagaimana kondisi yang dirasakan oleh petani cabai, khususnya pada masa pandemi Covid – 19 seperti saat ini," kata Rizqi, anggota kelompok 49.

Advertisement

Ia juga menmbahkan dirinya senang melaksakanan kegiatan ini karena dapat berinteraksi langsung dengan petani. 

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Mahasiswa turun ke sawah dan membantu petani mengangkut hasil panen cabai milik Sus, warga Desa Sumberejo, Kota Batu. Mahasiswa PBSI FKIP Unisma tidak hanya mampu secara keilmuan tapi juga dapat berdaya mengabdi di masyarakat luas.

"Kami senang dapat membantu warga karena ini merupakan bentuk tri darma perguruan tinggi. Mahasiswa membaur dan membantu serta memberdayakan masyarakat,"  imbuhnya.

Sus pemilik lahan cabai menyebutkan luas lahan yang akan dipanen sekitar (<600 m²) ia memanen cabai 1 ton sebanyak seminggu sekali dalam satu bulan. Kata dia kondisi petani cabai  saat ini cukup dilematis selain terkadang mendapat keuntungan dan terkadang harus menanggung rugi di karenakan cuaca yang tidak menentu menyababkan beberapa sayur yang siap panen busuk sebelum waktunya sehingga para petani merugi.

Advertisement

Dia berkata, cabai yang telah di panen langsung di tampung oleh agen yang datang langsung membeli ke petani. Mereka langsung menjualnya ke pengepul yang sudah menjadi langganan pengepul yang akan langsung di beli ketika petani selesai memanen, harga yang di berikan setara harga pasar jadi harga jual yang di berikan tidak jauh berbeda dari harga pasar.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Sementara itu, banyak sekali petani cabai saat ini mendapat untung, karena harga jual cabai yang meningkat, akan tetapi kami membantu memanen cabai besar jadi harga jualnya tidak terlalu tinggi. Masa pandemi covid saat ini tidak banyak yang diharapkan dapat untung dan balik modal sudah sangat bersyukur bagi para petani.

Setelah mendapat bantuan dari mahasiswa KSM-T Unisma Malang, Sus menyampaikan terima kasih. "Kami mengucapkan terima kasih kepada Mahasiswa KSM-T Unisma Malang yang mau membantu kami, semoga semua kegiatan KSM-T berjalan lancar sukses dan membawa dampak positif bagi masyakarat,” jelasnya. (*)

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

*)Pewarta: Rizqi Amalia Nurochmah, Suci Alitia, Veviana Tamara, Mahasiswa KSM Tematik Universitas Islam Malang (UNISMA)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia