Advertisement
Indonesia Positif

Kisah Satpam Unisma Malang yang Tak Sekadar Penjaga Kampus, Tapi Juga Tebarkan Keramahan

Seluruh civitas akademika Unisma Malang selalu akan disambut oleh Satpam yang berdiri menyapa dengan senyuman dan keramahan di depan gerbang utama pintu masuk kampus.

TIMES Indonesia,
Kisah Satpam Unisma Malang yang Tak Sekadar Penjaga Kampus, Tapi Juga Tebarkan Keramahan
Satpam Unisma Bertugas Mengukur Suhu di Pintu Gerbang. (FOTO: AJP TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Seluruh civitas akademika Unisma Malang selalu akan disambut oleh Satpam yang berdiri menyapa dengan senyuman dan keramahan di depan gerbang utama pintu masuk kampus. Mereka bertugas sebagai pengaman dan pengatur ketertiban pengguna sepeda motor dan mobil yang keluar-masuk dalam kampus, tak terkecuali pejalan kaki.

Selama 24 jam Satpam bertugas mengamankan area kampus. Mereka terbagi kedalam 3 shift. Shift pertama, bekerja dari jam 6 pagi sampai jam 2 siang. Shift kedua, dari jam 2 siang sampai jam 10 malam. Lalu shift ketiga, dari jam 10 malam sampai jam 6 pagi.

Advertisement

INFORMASI PENERIMAAN MAHASISWA BARU MENGUNJUNGI www.pmb.unisma.ac.id

Ada 21 orang Satpam di kampus Unisma Malang. Teridiri dari 18 pria dan 3 wanita. Nama yang tercatat yaitu Agus Purnomo, Ri budiono, Suminto, Deni, Riski, Ibat, Agus Irawan, Wahyudi, Supari, Harno, Rofiq, Joni, Anang, Romi, Hartanto, Mujiyono, Arifin, Nanang. Dan 3 perempuan yaitu Nuri, Suciati, Yuni.

Agus Purnomo, salah satu satpam di kawasan Unisma Malang, membagikan kisahnya. Pria 55 tahun itu telah mengabdi di Univiresitas NU Terbesar ini sejak tahun 1992. "Saya Bekerja di sini sudah sejak 1992-sampai sekarang. Tinggal 3 tahun lagi pensiun," katanya.

Sementara itu Deni yang berusia 37 tahun telah bekerja selama 10 tahun. "Saya bekerja sejak tahun 2011," terangnya.

Sedangkan Ri Budiono mengaku seharusnya sudah pensiun sejak 2015 lalu. Namun pria 61 tahun masih ingin mengabdi di Kampus. "Sebenarnya saya telah pensiun dari 2015 kemarin. Bekerja disini sudah dari tahun 1988. Terhitung dari rektor pertama unisma KH. Oesman Mansoer," ucap dia.

Advertisement

INFORMASI PENERIMAAN MAHASISWA BARU MENGUNJUNGI www.pmb.unisma.ac.id

Di masa pandemi seperti saat ini, tugas satpam bertambah, yaitu menyemprotkan disinfektan atau hand sanitizer sekaligus mengecek suhu tubuh pada setiap orang yang memasuki kampus. Tak pelak terkadang ada juga beberapa orang yang mengabaikan penyiraman disinfektan tersebut.

Ini begitu disayangkan. Padahal protokol kesehatan harus tetap dijaga. Namun satpam Unisma selalu menegur sehingga hampir tak ada yang terlewatkan untuk dicek suhu dan disemprotkan disenfektan ketangan setiap orang yang masuk tersebut.

Cerita dari para satpam di Unisma Malang sejatinya satu bentuk pengabdian yang tulus dan ikhlas dalam memberikan pelayanan terbaik kepada tamu yang datang masuk ke kampus. Keramahan mereka menjadi bukti nyata keharmonisan yang terbangun dari seluruh civitas akademika. (*)

INFORMASI PENERIMAAN MAHASISWA BARU MENGUNJUNGI www.pmb.unisma.ac.id

*) Pewarta : Ihdal Umam, Mahasiswa Fakultas Ilmu Adminsitrasi, Program Studi Ilmu Administrasi Negara

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia