Mahasiswa Unisma Malang Ajak Santri Belajar Kitab Kuning
Mahasiswa KSM-Tematik Unisma Malang melakukan pendampingan belajar kitab kuning di TPQ Nurul Huda dan TPQ Darul ulum di Desa Sukopuro Kecamatan Jabung Malang.

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
MALANG – Mahasiswa KSM-Tematik Unisma Malang melakukan pendampingan belajar kitab kuning di TPQ Nurul Huda dan TPQ Darul ulum di Desa Sukopuro Kecamatan Jabung Malang.
Metode belajar baca tulis Al-Quran di TPQ tersebut sangat sederhana, namun pengasuh TPQ menginginkan santri-santrinya memahami betul bagaimana tata cara beribadah, dan lain sebagainya. Sehingga para pengasuh TPQ tersebut memberikan pelajaran yang lebih dan diambil dari kitab-kitab kuning, seperti kitab Safinatun Najah, Alala, dan Aqidatul Awam.
Mahasiswa KSM-Tematik melakukan pendampingan belajar kitab kuning sebagai tindak lanjut program kerja yang telah direncanakan. Mahasiswa KSM-T menyampaikan materi fiqih ibadah, fiqih perempuan dan siroh Nabawiyah pada santri-santri TPQ Nurul Huda dan TPQ Darul Ulum.
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id
"Kita perlu menyampaikan materi tata cara sholat bagi makmum masbuq, karena saat saya sholat berjamaah di masjid, banyak anak yang terheran-heran melihat saya sholat langsung mengikuti gerakan imam, padahal sholat saya telat," ujar Koordinator Desa Sukopuro Kecamatan Jabung H. Chuzaini, Selasa (9/02/2021).
Menurutnya, penyampaian materi ini sangat penting karena mungkin pihak TPQ belum menyampaikan materi ini pada santri-santri sehingga mereka menganggap sholat saya aneh.
"Kita perlu menyampaikan materi tersebut dengan singkat, tetapi harus bisa dengan mudah untuk dimengerti. Karena menyampaikan kitab kuning memakan waktu yang sangat lama. Buat saja rangkuman yang bisa disampaikan dengan mudah, juga perlu disiapkan pemateri yang bisa menyampaikannya dengan baik," ujar Nailatul Mawaddih selaku Mahasiswa KSM-T Unisma Malang 2021.
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id
Menururtnya, kitab kuning hanya perlu disampaikan intinya saja, yang terpenting santri-santri di TPQ memahami materi tersebut.
"Saya meminta tolong kepada mahasiswa KSM-TEMATIK UNISMA untuk menyampaikan materi Fiqih Ibadah, Masailul Haid dan Siroh Nabawiyah kepada santri-santri kami," ujar Ainin Putri Pengasuh TPQ Nurul Huda, Selasa (09/02/2021)
Menurutnya, mahasiswa KSM-T Unisma Malang mampu menyampaikan materi yang rumit ini, apalagi Bab Haid yang sangat sulit dipahami oleh santri-santri diusia 8-10 tahun. (*)
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id
*)Pewarta: Muhammad Rizal Miftahul Huda, Mahasiswa KSM Temastik Universitas Islam Malang (UNISMA)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

