Advertisement
Indonesia Positif

Belajar tuntas bersama KSM-T 55 Unisma Malang

Kandidat Sarjana Mengabdi-Tematik (KSM-T) Unisma Malang kelompok 55 secara langsung cepat menanggapi akan permasalahan masyarakat di bidang pendidikan.

TIMES Indonesia,
Belajar tuntas bersama KSM-T 55 Unisma Malang
Kegiatan bimbingan belajar bersama siswa-siswi SD di Desa Teluk Melano. (FOTO: AJP TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

Malang Kandidat Sarjana Mengabdi-Tematik (KSM-T) Unisma Malang kelompok 55 secara langsung cepat menanggapi akan permasalahan masyarakat di bidang pendidikan.

Tepatnya kesulitan para siswa dalam belajar daring selama pandemi Covid-19. Masalah daring menjadi ketakutan orang tua kepada anaknya karena yang ada di pikiran orang tua, anaknya tidak akan mengetahui tentang pelajaran yang di sekolah.

Advertisement

KSM-T Unisma domisili RT 001/RW 002, Kelurahan Desa Teluk Melano, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara, Provinsi Kalimantan Barat. Mahasiswa KSM-T dari kelompok 55 memberikan sosialisasi dan memberikan bimbingan belajar (bimbel) gratis secara rutin kepada siswa sekolah dasar di Desa Teluk Melano.

Kegiatan bimbel dilakukan setiap Selasa dan Rabu, KSM-T dipercaya oleh orang tua dan kepala desa setempat untuk memberikan kegiatan tersebut. Anak-anak tersebut sangat antusias dalam mengikuti pelajaran yang diberikan untuk mengikuti bimbel mulai dari siswa kelas 1 sampai kelas 6 SD.

Kegiatan bimbel dilakukan dengan mematuhi protokol kesehatan. Adanya bimbel ini mempermudah mereka belajar dan berguna untuk menambah wawasan mereka terkait materi dan di luar jam sekolah.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Siswa SD dipilih oleh kelompok KSM-T Unisma Malang karena di usianya yang sangat muda diharuskan belajar secara daring dan tidak berinteraksi langsung dengan guru. Padahal di usia emas inilah mereka seharusnya banyak berinteraksi dengan guru secara langsung untuk mendapatkan materi lebih dekat secara emosional (tatap muka). (*)

Advertisement

*)Pewarta: Grisqi Ramadhan, Mahasiswa KSM Tematik Kelompok 55 Universitas Islam Malang (UNISMA)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia