Tim Fakultas Pariwisata UC Surabaya Gelar Penelitian Pangan Lokal di Bromo
Program Studi Pariwisata-Bisnis Kuliner (Tourism-Culinary Business) dan Program Studi Teknologi Pangan (FTO) Fakultas Pariwisata Universitas Ciputra atau UC Surabaya

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
Surabaya – Program Studi Pariwisata-Bisnis Kuliner (Tourism-Culinary Business) dan Program Studi Teknologi Pangan (FTO) Fakultas Pariwisata Universitas Ciputra atau UC Surabaya melakukan riset yang didanai oleh Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional di masyarakat suku Tengger pegunungan Bromo Desa Wonokitri Kecamatan Tosari Kabupaten Pasuruan.
Hari Minantyo S.Pd, M.M. selaku ketua peneliti menjelaskan bahwa makanan warisan ini pada waktunya dapat menjadi sarana promosi yang cukup potensial dalam Food Tourism suatu bangsa atau Negara
“Sebagai bagian dari budaya, pandangan manusia terhadap makanan juga mengalami perubahan yang dinamis. menyebutkan adanya beberapa faktor yang mempengaruhi perubahan cara memproduksi hingga mengonsumsi makanan pada skala individu hingga kelompok,” ungkap Hari, Minggu (2/3/2020).
Hari menambahkan bahwa riset ini masih tahap awal untuk memetakan pangan lokal yang ada dikehidupan masyarakat suku Tengger, harapan dari riset ini ada nya inovasi untuk pangan lokal dimasa pandemi ini juga bagaimana meningkatkan eco wisata di kawasan wisata Bromo saat ini

Luluk Irmahati masyarakat lokal di desa Wonokitri, menjelaskan bahwa saat ini pangan lokal yang masih bertahan dengan khas bentuk dan rasa yang lama dan juga saat ini kalah dengan panganan modern.
“Semakin banyaknya informasi mengubah banyak gaya hidup dan pola konsumsi masyarakat di desa maupun wisatawan yang berkunjug di bromo, saat banyak wisatawan lebih memilih panganan instan atau cepat saji,” jelas Luluk.
Luluk menambahkan media sangat berpengaruh bagi masyarakat lokal dalam mengkonsumi panganan saat ini, dan juga berharap agar dari riset ini bisa mnghasilkan panganan yang kreatif dan banyak varian dari bahan yang ada di desa wonokitri, Tosari, Probolinggo.
Perlu diketahui kegiatan riset ini merupakan inisasi UC Surabaya dalam Penelitian Desentralisasi yang merupakan Integrasi Pariwisata, Hotel dan Kuliner dengan Entrepreneurship dengan topik Pengembangan Bisnis Kuliner yang beranggotakan Hari Minantyo S.Pd, M.M., Dra Juliuska Sahertian M.Sc., dan Oki Krisbianto S.TP, M.Sc. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

