Advertisement
Indonesia Positif

BNSP Beri Hibah Sertifikasi Profesi kepada 100 Mahasiswa ITNY

Kabar gembira datang dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk mahasiswa Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY).

TIMES Indonesia,
BNSP Beri Hibah Sertifikasi Profesi kepada 100 Mahasiswa ITNY
LPS P1 ITNY menerima hibah PSKK dari BNSP untuk 10 mahasiswa. (FOTO: Humas ITNY for TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

YOGYAKARTA Kabar gembira datang dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk mahasiswa Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY). Tahun ini, BNSP memberikan hibah 5 paket Pelaksanaan Sertifikasi Kompetensi Kerja (PSKK) kepada Lembaga Sertifikasi Profesi (LPS) P1 ITNY. Nantinya, hibah sertifikasi kompetensi tersebut diberikan kepada 100 mahasiswa ITNY.

LSP P1 ITNY adalah lembaga pelaksanaan kegiatan sertifikasi profesi yang memperoleh lisensi dari BNSP. Saat ini, LSP P1 ITNY memiliki 13  skema dan 38 Asesor.

Advertisement

Kepala LSP P1 ITNY, Diah Suwarti Widyastuti S.T., M.Eng mengatakan, tahun ini LSP menerima sebanyak 5 paket hibah PSKK dari BNSP yang setara dengan sertifikasi sebanyak 100 mahasiswa  secara gratis.

“Hibah PSKK  tahun 2021 merupakan hibah PSKK ke-4 yang telah kami terima. Sebelumnya, LSP P1 ITNY telah menerima hibah setiap tahun mulai  2018,” kata Diah kepada TIMES Indonesia, Kamis (10/6/2021).

Pelaksanaan sertifikasi dilakukan sepanjang Juni 2021 di Tempat Uji Kompetensi (TUK) kampus ITNY. Dalam pelaksanaan ini panitia akan selalu menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 secara ketat. Karena itu, mahasiswa wajib menyerahkan surat keterangan bebas covid-19 dan mengisi Self Assesmen sebelum mengikuti assesment.

Diah menambahkan, skema sertifikasi yang diujikan pada pelaksanaan assesment  kali ini  adalah Skema Pengelasan Pelat, Perencana Tata Ruang Wilayah dan Kota Secara Parsial, Pengawas Pekerjaan Struktur Bangunan Gedung, Survey Technical Pada Pemetaan Tambang Terbuka dan Perancangan Instalasi Listrik Trgangan Rendah bangunan Industri Kecil.

“Kami mendorong mahasiswa untuk bisa melakukan sertifikasi minimal 1 kali  sebelum mereka resmi lulus dari ITNY. Jadi, ketika mahasiswa lulus sudah mengantongi ijasah dan Sertifikat Kompetensi Teknik sesuai dengan bidangnya masing-masing,” papar Diah.

Advertisement

Sertifikat kompetensi merupakan salah satu nilai lebih dalam persaingan lapangan pekerjaan. Dengan memegang sertifikasi kompetensi, keterampilan mahasiswa dibidangnya akan lebih diakui oleh dunia industry, baik di dalam luar negeri.

“Semoga hasil sertifikasi kompetensi tahun ini semua mahasiswa  ITNY bisa kompeten 100 persen. Semoga tahun depan ITNY juga mendapatkan hibah sertifikasi kompetensi lagi dari BNSP untuk para mahasiswa,” harap Diah. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

R
PenulisRidayati (CR-137) Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia