Advertisement
Indonesia Positif

Kasus Covid-19 Terus Meningkat, Pemkot Malang Kesusahan Cari Relawan

Kasus Covid-19 di Kota Malang yang hingga saat ini masih mengalami lonjakan, membuat Pemkot Malang melakukan berbagai upaya. Salah satunya adalah membuka pendaftaran bagi para relawan penanganan Covid-19.

TIMES Indonesia,
Kasus Covid-19 Terus Meningkat, Pemkot Malang Kesusahan Cari Relawan
Ilustrasi petugas pemakaman saat melaksanakan tugasnya. (FOTO: Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Kasus Covid-19 di Kota Malang yang hingga saat ini masih mengalami lonjakan, membuat Pemkot Malang melakukan berbagai upaya. Salah satunya adalah membuka pendaftaran bagi para relawan penanganan Covid-19.

Relawan tersebut diperuntukan untuk petugas pemulasaraan, petugas pemakaman dan juga petugas PSC 119 Kota Malang.

Advertisement

Hal tersebut dikarenakan angka kematian Covid-19 ataupun pemakaman jenazah dengan menggunakan protokol kesehatan (prokes) di Kota Malang masih dalam kisaran 30 lebih jenazah per hari.

Sayangnya, rekruitmen yang telah dibuka sejak 10 Juli 2021 lalu, hingga saat ini Pemkot Malang baru saja mendapatkan delapan relawan saja.

"Kita sudah buka pendaftaran online (bagi relawan). Jumlahnya sekarang hanya baru delapan saja," ujar Wali Kota Malang, Sutiaji, Kamis (15/7/2021).

Delapan relawan yang sekarang sudah diterima oleh Pemkot Malang, hal itu sebenarnya bermula dari 47 relawan yang sudah mendaftar masuk dan mendapatkan bimbingan pendalaman literasi tentang pemulasaraan dan pemakaman prokes Covid-19.

"Itu tereliminasi, karena persyaratan-persyaratan. Sehingga sisa 18. Terus tereminilasi lagi, karena tidak dapat ijin dari orang tua, istri hingga suami. Padahal sudah kita buka. Termasuk pemakaman yang sudah kita jadikan empat tim," ungkapnya.

Advertisement

Tak hanya itu, Sutiaji juga telah menginstruksikan kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang untuk bisa segera menambah ambulance maupun para petugas dari UPT yang berada dibawah naungannya, yakni PSC 119 Kota Malang.

"Ini untuk percepatan. Saya minta pada dr Husnul (Kepala Dinkes Kota Malang), ambulance untuk PSC juga harus ada penambahan," katanya.

Sementara itu, untuk insentif bagi para relawan, Sutiaji sendiri enggan menyebutkan berapa gaji bagi para relawan Covid-19 di Kota Malang tersebut. Alasannya, bagi Sutiaji para relawan tersebut telah bekerja ikhlas. Jadi tidak mau dinilai dengan berapa rupiah yang diberikan.

"Ada (insentif). Tidak saya sampaikan disini. Kasihan dia sudah ikhlas. Jangan dinilai dengan uang," tandasnya.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia