Kilas Balik Kegiatan MABA UIN Maliki Malang Saat Sebelum Corona
UIN Maulana Malik Ibrahim atau lebih dikenal dengan UIN Maliki Malang merupakan salah satu universitas islam terbaik di Indonesia.

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
Malang – UIN Maulana Malik Ibrahim atau lebih dikenal dengan UIN Maliki Malang merupakan salah satu universitas islam terbaik di Indonesia.
Seperti namanya yang juga digandeng dengan kata 'islam', kampus yang satu ini berada di bawah naungan Kementerian Agama RI. Terkait hal ini ada banyak hal yang bisa dilihat sebagai perwujudan dari universitas islam, seperti yang paling menonjol dari UIN Malang yakni adanya ma'had.
Ma'had menjadi ikon UIN Malang yang paling utama, dan tentu saja sangat membanggakan bagi seluruh civitas akademika UIN Malang. Sebagai salah satu mahasiswi yang juga sedang menempuh pendidikan S1 di universitas ini, rasanya Saya sangat bangga dan berterimakasih kepada para pendiri dan pencetus adanya ma'had yang mungkin sampai kapanpun tidak bisa terlupakan.
Walaupun memang di kondisi yang sekarang ini keberadaan ma'had menjadi abu abu di banding dengan saat sebelum corona.
Saat sebelum corona, hingga kini pun mahasiswa baru wajib mengikuti program ma'had selama 2 semester atau satu tahun. Namun, karena sebab corona, peran ma'had ini terasa agak sedikit berkurang. Karena kegiatan secara langsung di dalam ma'had itu ditiadakan untuk sementara, diganti melalui daring. Tentu saja, ma'had harus terus berpacu dengan kondisi yang ada sekarang, dan mau tidak mau harus beralih menggunakan sistem online.
Masih terngiang-ngiang rasa yang pernah ditempa saat Saya masih menjadi MABA (Mahasiswa Baru) dan harus tinggal di MSAA atau Ma'had Sunan Ampel Al-Ali. Kegiatan yang begitu padat di kedua sisi begitu sangat beradu. Kuliah di jurusan dan juga kegiatan ma'had yang begitu banyak setiap harinya membuat kangen masa masa itu. Siapa saja yang pernah menempuh pendidikan di UIN Malang pasti akan sangat merindukan masa satu tahun itu.
Ada yang bilang, kalau kuliah di UIN Malang itu harus benar benar kuat mental, kuat hati karena kegiatan yang begitu padatnya. Dari mulai bangun tidur di atur oleh peraturan ma'had, sholat jama'ah wajib setiap subuh , magrib dan isya. Sementara terkadang mahasiswa ada yang kuliah di jurusan masing masing pada jam setengah tujuh. Sehingga tidak jarang, kita menemukan suasana ngantri kamar mandi di pagi hari karena mahasiswa harus segera berangkat kuliah.
Betul betul pengalaman yang luar biasa. Pelajaran yang sangat amat berharga, bagaimana kedisiplinan harus diterapkan waktu itu.
Sementara ada kuliah bahasa arab yang juga jadi keharusan bagi mahasiswa baru UIN Malang. Bahkan, malam pun masih harus mengikuti serangkaian kegiatan sampai jam sembilan teng, yaitu taklim. Dimana setiap malam ada berbeda beda pelajaran yang harus diikuti oleh semua mahasiswa sekaligus maha santri baru itu. Ada taklim qur'an, taklim afkar, dan kegiatan kegiatan lainnya.
Juga, suasana lalu lalang ke kantin asrama juga akan terus teringat dibenak para mantan maha santri Ma'had Sunan Ampel Al-Ali. Maka wajar wajar saja, kalau ada ungkapan 'jadi mahasiswa UIN Malang memang butuh mental yang kuat'. Namun, tidak ada ruginya menempuh pendidikan di kampus satu ini, karena dapat dipastikan setiap kegiatan yang ada sangat amat besar pengaruhnya bagi mahasiswa, terutama dalam ma'had, mahasiswa atau maha santri dapat memperdalam ilmu agama sekaligus bahasa arab dan inggris.
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

