Peringati 10 Muharram, Majelis Khotmil Quran PT. Cahaya Kubah Mulia Beri Santunan Anak Yatim
Peringatan Hari Asyura dalam kalender islam yang jatuh 10 Muharram menjadi momen penuh berkah bagi Majelis Khotmil Quran PT. Cahaya Kubah Mulia dalam berbagi kebaikan. Melalui kegiatan Khotmil Qur’an serta pemberian santunan kepada anak Yatim.

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
SURABAYA – Peringatan Hari Asyura dalam kalender islam yang jatuh 10 Muharram menjadi momen penuh berkah bagi Majelis Khotmil Quran PT. Cahaya Kubah Mulia dalam berbagi kebaikan. Melalui kegiatan Khotmil Qur’an serta pemberian santunan kepada anak Yatim.
Komisaris dari PT. Cahaya Kubah Mulia yang bergerak dalam bidang umroh dan haji plus, Roisuddin Bakri menyampaikan bahwa acara tersebut selain memperingati 10 Muharram Juga diselenggrakan dalam rangka menjalin silaturahmi antar alumni jama’ah dan juga karyawan, kolega maupun teman.
“Jadi akhir dari 1 bulan itu, diadakan Khotmil Qur’an secara offline. Offline kantornya disini sekaligus kita adakan acara makan bersama anak yatim. Dan kita senantiasa memberikan santunan serta mendo’akan anak yatim yang orang tuanya sudah meninggal,” sampainya pada TIMES Indonesia pada Kamis (20/08/2021).
Rois menjelaskan bahwa latar belakang dari kegiatan ini adalah dalam rangka mengetuk hati anggota majelis dalam mengakrabkan diri kepada anak yatim seperti halnya yang dilakukan dan diajarkan oleh Rasulullah SAW.

“Sebagaimana sabda Rasullullah SAW dengan menunjukkan dua jari yaitu jari telujuk dan jari tengah yang lengket. Yang artinya tidak ada pembatas antara 2 jari itu. Jadi anak yatim yang khafi (tersembunyi) tersebut yang senantiasa kita ayom dan santuni, Rasullullah akan memberikan jaminan bahwa kita akan akan berdampingan dengannya kelak besok di surga,” Jelasn Rois.
Disaat masa pandemi saat ini, Rois mengungkapkan bahwa tidak semua anak yatim di daerah Surabaya dan luar Surabaya yang diundang , dapat hadir sehingga pemberian santunan tetap dilaksanakan meski tanpa turut berpartisipasi dalam acara tersebut.

“Harapannya dengan adanya kegiatan ini antara kita lebih lahir dan batin serta utuh sebagai muslim . Kita itu mencari rezeki dan Alhamdulillah, Allah SWT senantiasa memberikan sedikit banyak rejeki. Kita syukuri dan dengan rasa syukur itu, Kita senang dengan anak Yatim. Mudah mudahan anak Yatim ikut senang pula.” ucapnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

