Advertisement
Indonesia Positif

Innalillahi, Sesepuh Pondok Pesantren Al-Ittihad Cianjur Tutup Usia

Kabar duka datang dari Pondok Pesantren Al-Ittihad Rawabango Cianjur. H Acep Badrudin, yang merupakan sesepuh pondok pesantren tutup usia, setelah mendapat perawatan di RS Jasa Kartini Tasik

TIMES Indonesia,
Innalillahi, Sesepuh Pondok Pesantren Al-Ittihad Cianjur Tutup Usia
H Acep Badrudin, sesepuh Pondok Pesantren Al-Ittihad Rawabango Cianjur. (Foto: Pondok Pesantren Al-Ittihad for TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

Cianjur Kabar duka datang dari Pondok Pesantren Al-Ittihad Rawabango Cianjur. H Acep Badrudin, yang merupakan sesepuh pondok pesantren tutup usia, setelah mendapat perawatan di RS Jasa Kartini Tasik pada Rabu (25/8/2021) bertepatan dengan 16 Muharram 1443 H.

Abah H Acep Badrudin begitu cucu dan cicit menyebutnya, merupakan ayah kandung dari Ibu Hj Etty Muflihah sekaligus mertua KH Kamali Abdul Ghani, pimpinan Pondok Pesantren Al-Ittihad yang juga Rais Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Cianjur.

Advertisement

Kabar meninggalnya Abah Acep tersebut dibenarkan oleh Gus Asror Maulana, salah satu cucunya. "Innaliillahi wainna ilaihi rojiun, doa terbaik Acoy untuk Abah, Alfatihah," ujarnya singkat saat dikonfirmasi awak media.

Meninggalnya Abah Acep juga menjadikan duka mendalam bagi keluarga besar dan ribuan santri, serta alumni Pondok Pesantren Al-Ittihad Rawabango Cianjur.

Dari catatan sejarah pondok pesantren, kata Gus Asror, Abah Acep merupakan sosok sesepuh yang banyak memberikan kontribusi besar. Khususnya, terhadap perkembangan pondok dari awal berdiri hingga santri berjumlah ribuan orang.

Gus Aror mengatakan, selain sebagai sesepuh pondok pesantren, Abah Acep juga dikenal sebagai seorang pedagang asal Tasikmalaya yang sukses merantau di Jakarta. Juga, gemar menderma yang telah puluhan tahun dijalankan beliau.

Menurut Gus Asror, Abah Acep dikenal pula sebagai seorang yang tegas, lugas, disiplin, wibawa, berani mengambil risiko, dan tampil hidup sederhana.

Advertisement

“Selamat jalan Abah, selamat berpulang menuju keabadian. Kepergian panjenengan adalah kepergian ilmu dan teladan serta yang terpenting adalah kebersahajaan, amalan dan kesederhanaan. Allohummagfirlahu warhamhu waafihi wafuanhu,” pungkas cucu Pondok Pesantren Al-Ittihad Rawabango Cianjur ini. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia