Advertisement
Indonesia Positif

KKN Merdeka Unisla 2021 Kembangkan Wisata Pulau Pengkolan

Melalui mahasiswa yang tergabung dalam kelompok 44 program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Merdeka tahun 2021, Universitas Islam Lamongan (Unisla) berniat mengembangkan Lamongan bagian utara untuk dikembangkan.

TIMES Indonesia,
KKN Merdeka Unisla 2021 Kembangkan Wisata Pulau Pengkolan
DPL dan mahasiswa kelompok 44 KKN Merdeka Unisla tahun 2021 berfoto di lokasi Wisata Pulau Pengkolan, Desa Kandangsemangkon, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Rabu, (1/09/2021). (Foto: Ja’far Shodiq (CR-161)/AJP TIMESINDONESIA)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

LAMONGAN Melalui mahasiswa yang tergabung dalam kelompok 44 program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Merdeka tahun 2021, Universitas Islam Lamongan (Unisla) berniat mengembangkan Lamongan bagian utara untuk dikembangkan.

Kelompok KKN yang terdiri mahasiswa Program Studi (Prodi) Manajemen, Prodi Manajemen Sumberdaya Perairan, Prodi Teknik Informatika, Prodi Manajemen dan Prodi Pendidikan Agama Islam, berupaya keras untuk mengembangkan Wisata Pulau Pengkolan yang terletak di Desa Kandangsemangkon, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan menjadi destinasi wisata pantai yang maju dan banyak dikunjungi masyarakat.

Advertisement

"Hal ini dilakukan untuk mewujudkan Desa Kandangsemangkon menuju desa mandiri," kata Agung Pamuji Rahayu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Unisla kelompok 41 ketika ditemui di sela-sela kegiatan, Rabu, (1/09/2021).

mhs unisla

Agung melanjutkan, kegiatan yang juga bekerjasama dengan Komunitas Pemuda Sadar Lingkungan (KOPDARLING) Desa Kandangsemangkon dimulai dengan pembuatan berbagai fasilitas pendukung seperti identifikasi pohon mangrove, pembuatan ayunan dan pembuatan papan nama Pulau Pengkolan.

"Kegiatan ini tidak sampai disini saja, masih diperlukan dukungan penuh dari pemerintah desa dan masyarakat Kandangsemangkon untuk melakukan pembangunan infrastruktur serta mengembang potensi lain yang ada," ucapnya.

Agung berharap kegiatan kelompoknya bisa membantu untuk menjadikan Pulau Pengkolan sebagai wisata pantai baru di Desa Kandangsemangkon yang mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat sekitar. (*)

Advertisement

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

J
PenulisJa’far Shodiq (CR-161) Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia