Advertisement
Indonesia Positif

Komitmen RS Unisma Cegah Covid-19, Ajak Cuci Tangan dengan Baik dan Benar

RSI Unisma Malang selalu berkomitmen dalam pencegahan dan pengendalian infeksi nosokomial termasuk dengan menerapkan cuci tangan rutin dengan prosedur yang tepat harus diperkuat demi melindungi pasien, dokter, petugas kesehatan

TIMES Indonesia,
Komitmen RS Unisma Cegah Covid-19, Ajak Cuci Tangan dengan Baik dan Benar
Vina Nur Puspitasari, S. Kep., Ns.; IPCN RSI Unisma Malang.
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG RSI Unisma Malang selalu berkomitmen dalam pencegahan dan pengendalian infeksi nosokomial termasuk dengan menerapkan cuci tangan rutin dengan prosedur yang tepat harus diperkuat demi melindungi pasien, dokter, petugas kesehatan, dan pegawai rumah sakit lainnya.

Cuci tangan secara rutin merupakan salah satu upaya yang sangat penting untuk menjaga kebersihan tangan (hand hygiene) untuk pencegahan dan pengendalian infeksi, terutama infeksi nosokomial.

Advertisement

Vina Nur Puspitasari, S. Kep., Ns adalah salah satu anggota Komite PPI RSI Unisma Malang. Wanita yang akrab disapa Vina menuturkan bahwa seluruh petugas yang bekerja di rumah sakit, wajib mengetahui momen dan cara melakukan cuci tangan agar efektif dan mencegah penularan infeksi.

“Salah satu tugas komite PPI adalah melaksanakan sosialisasi kebijakan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Rumah Sakit (PPIRS) agar kebijakan dapat dipahami dan dilaksanakan oleh petugas kesehatan rumah sakit,” imbuhnya.

Wanita lulusan FKUB jurusan ilmu keperawatan tahun 2016 pun menjelaskan bahwa pada petugas kesehatan, cuci tangan harus dilakukan pada 5 momen cuci tangan, yaitu sebelum kontak dengan pasien, sebelum melakukan tindakan aseptic, sesudah kontak dengan pasien, sesudah kontak dengan cairan tubuh pasien, dan sesudah kontak dengan lingkungan pasien.

Cara-Cuci-Tangan.jpg

"Dengan kita melakukan cuci tangan, maka mikroorganisme penyebab infeksi akan hilang sehingga aman untuk pasien, petugas kesehatan serta keluarga pasien," ungkapnya.

Advertisement

Vina yang juga sebagai Kepala Ruang ICU Isolasi Khusus RSI Unisma Malang menjelaskan tentang cara melakukan cuci tangan.

“Cuci tangan bisa menggunakan handrub berbasis alcohol dan dengan menggunakan sabun serta air mengalir. Pada kondisi pandemic seperti saat ini, cuci tangan juga salah satu stretegi untuk memutus mata rantai penularan covid-19,” jelasnya.

Vina berbagi tips saat bepergian untuk tetap menjaga protokol kesehatan dan tips cuci tangan saat bepergian.

“Diharapkan ketika terpaksa berpergian sebaiknya kita mempunyai hand sanitizer pribadi, sehingga ketika akses untuk cuci tangan sulit, kita bisa memakai hand sanitizer milik kita sendiri. Tetap melakukan protokol kesehatan dengan memakai masker dan jaga jarak,” tambahnya.

Secara singkat Vina mengingatkan kembali bagaimana langkah cuci tangan. “Langkah cuci tangan ada 6 langkah antara lain kita tuang handrub/handwash pada telapak tangan, kemudian kita usap telapak tangan. Selanjutnya punggung tangan kanan dan kiri. Kemudian sela-sela jari. Punggung tangan dengan cara mengunci, ibu jari tangan kanan dan kiri. Dan yang terakhir ujung jari tangan kanan dan kiri,”jelasnya.

RSI Unisma selalu melakukan upaya hand hygiene disetiap sudut Rumah Sakit, upaya tersebut adalah salah satu komitmen pencegahan dan pengendalian infeksi, terutama infeksi nosokomial. Sehingga pengunjung atau pasien tetap merasa aman dan tidak khawatir untuk berobat ke Rumah Sakit. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

C
PenulisChaliya Dia Wati (CR-214) Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia