Bertempur di Alas Baluran, Pasukan TNI AD Bawa Tank Leopard hingga Anoa Pindad
Suara letupan dari kendaraan lapis baja Tank Leopold begitu nyaring terdengar kala pasukan TNI AD (Angkatan Darat) membombardir pertahanan musuh di medan tempur.

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
BANYUWANGI – Suara letupan dari kendaraan lapis baja Tank Leopard begitu nyaring terdengar kala pasukan TNI AD (Angkatan Darat) membombardir pertahanan musuh di medan tempur.
Pasukan TNI yang berjumlah seribu orang itu terus merangsek masuk ke jantung pertahanan lawan untuk bisa menguasai medan pertempuran. Tembak-tembakan pun tak terhindarkan.
Adu strategi perang menjadi salah satu upaya untuk bisa menaklukkan musuh di medan pertempuran. Alutsista terbaik milik TNI pun dikerahkan untuk memenangkan perang.
Kira-kira begitu suasana di Pusat Latihan dan Tempur (Puslatpur) Marinir 5 Baluran, Situbondo, Jawa Timur, saat ribuan pasukan TNI AD mengikuti Uji Siap Tempur (UST), pada Kamis (28/10/2021).

UST merupakan program yang telah distandarisasikan dan dilaksanakan secara bertahap, bertingkat, berkelanjutan dan diselenggarakan dalam rangka meningkatkan pengetahuan serta kemampuan sekaligus menguji sejauh mana kesiapan tempur satuan.
Alutsista terbaik TNI dikerahkan dalam latihan, mulai Tank Leopard buatan Jerman (2015), Rudal Atlas dan Rudal MPCV buatan Perancis (2019), Anoa Pindad Indonesia, Kendaraan Jihandak (Penjinak Bahan Peledak), Pasukan Medis Tempur, Pasukan Unit Service Peralatan Tempur dan Pasukan Perbekalan.
UST itu dibuat seakan-akan dalam kondisi asli sedang berada di medan pertempuran. Setiap prajurit sudah dibekali kemampuan dan pengetahuan perorangan, tinggal bagaimana unsur pimpinan mulai dari Danru dan Danton dapat memaksimalkan kemampuannya dalam memimpin serta mengendalikan pasukan dalam situasi di medan.
Latihan ini diikuti oleh 1 Kompi Kavaleri dari Yonkav 8/NSW/2 Kostrad, 2 Baterai Arhanud dari Yonarhanud 2/ABW/2 Kostrad, 1 Kompi Bekang dari Yonbekang 2/MWJ/2 Kostrad, 1 Kompi Zipur dari Yonzipur 10/JP/2 Kostrad, 1 Kompi Kesehatan Lapangan dari Yonkes 2/YBH/2 Kostrad serta 1 Kompi Peralatan dari Denpal Divif 2 Kostrad.

Menurut Pangdivif 2 Kostrad Mayjen TNI Andi Muhammad, uji siap tempur para pasukan tersebut dinyatakan lulus. Karena dalam bergerak merebut sasaran semua sempurna, dengan nilai di atas 80.
"Jadi tadi kalau dilihat dari titik tinjau itu, komando kendali komunikasi dan informasi brigade yang menyerang ini berjalan dengan sempurna. Disinilah kami nyatakan para prajurit lulus di dalam menyelesaikan tugas yang diberikan, yaitu merebut sasaran yang disimulasikan dikuasai oleh satu batalyon plus musuh," ungkap Mayjen TNI Andi.
Jenderal bintang dua itu berpesan kepada para pasukan agar tetap berpegang teguh pada jati diri prajurit Divif 2 Kostrad, yaitu sebagai prajurit bertaqwa, prajurit pejuang, prajurit sejati dan prajurit profesional serta prajurit yang dapat diandalkan.
"Terima kasih serta penghargaan yang tinggi kepada penyelenggara, para pelatih dan pendukung atas terselenggaranya UST ini dengan baik. Jadikan pengalaman ini sebagai masukan dan evaluasi guna penyempurnaan dan perbaikan pada penyelenggaraan latihan berikutnya," tandasnya terkait latihan tempur TNI AD ini. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


