Advertisement
Indonesia Positif

Warga Desa Cikembulan Banyumas Gotong Royong Bangun Pondok Pesantren dan MTs

Setelah menunggu setahun, warga Desa Cikembulan Kecamatan Pekuncen Kabupaten Banyumas akhirnya dapat mewujudkan membangun pondok pesantren. Hal ini di tandai dengan pelet ...

TIMES Indonesia,
Warga Desa Cikembulan Banyumas Gotong Royong Bangun Pondok Pesantren dan MTs
Peletakan batu pertama pembangunan pondok pesantren di Cikembulan, Banyumas. (FOTO: Imhar For TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

BANYUMAS Setelah menunggu setahun, warga Desa Cikembulan Kecamatan Pekuncen Kabupaten Banyumas akhirnya dapat mewujudkan membangun pondok pesantren. Hal ini di tandai dengan peletakan batu pertama pada Ahad, (5/12/2021).

Kegiatan diawali dengan penampilan Musik Hadrah dari Ibu-ibu Majelis Taklim Grumbul Rancah serta penyampaian tausiah dan doa oleh KH Ghufron dari Pekuncen Banyumas.

Advertisement

Kiai Rokhmat Abdul Hakim sebagai pemrakarsa pembangunan pondok pesantren, Senin (6/12/2021) menyampaikan, ide pembangunan tersebut semata-semata demi syiar Islam di wilayah Pekuncen dan tidak ada maksud persaingan dalam pembangunan ponpes tersebut.

Konsep pesantren ini, selain untuk pesantren umum, juga dilengkapi dengan lembaga pendidikan formal berupa Madrasah Tsanawiyah (MTs) bagi para santrinya dan bangunan Masjid. 

Warga Desa Cikembulan Banyumas 2

Kiai Rokhmat yang kadang disapa Ustaz Rohmat, meminta doa serta dukungan materil maupun imateril dari masyarakat agar pembangunan pondok pesantren dan MTs dapat selesai sesuai rencana. 

"Kami berharap ponpes tersebut pada tahun 2022 sudah dapat menerima santri baik umum maupun MTs," katanya.

Advertisement

Selain dibangun ponpes, kata Kiai Rokhmat juga didirikan masjid sebagai syarat wajib perizinan berdirinya ponpes.

"Alhamdulillah untuk pembangunan masjid dari wakaf pribadi dari seorang warga Purwokerto," kata Kiai Rokhmat.

Sementara ketua panitia pembangunan pondok pesantren, Darsono, menjelaskan bahwa pesantren tersebut dibangun di atas tanah wakaf Kiai Rokhmat seluas hampir 700 meter.

Diperkirakan akan menghabiskan biaya minimal sebesar 1.5 miliar. Sedangkan untuk masjid berdiri diatas tanah wakaf seluas 245 meter persegi dengan luas bangunan masjid 9x9 meter.

Warga Desa Cikembulan Banyumas 3

Tanah wakaf dan biaya pembangunan masjid sepenuhnya ditanggung oleh donatur tunggal, sehingga tidak mengganggu pekerjaan pembangunan ponpes karena dikerjakan secara terpisah oleh rekanan.

Imam Haryono selaku donatur pembangunan masjid menyampaikan, besar harapan agar masjid yang dibangun tersebut nantinya dapat menjadi pusat atau sentral kegiatan peribadatan dan pendidikan agama bagi masyarakat sekitar terutama bagi para santri.

Imam juga berharap pada peresmian penggunaan masjid nantinya dapat dilaksanakan pada hari Jumat dan dilanjutkan dengan shalat Jumat sebagai tanda bahwa bangunan tersebut telah difungsikan sebagai masjid dan bukan musholla.

Terpisah Kepala Desa Cikembulan melalui, Kepala Dusun 2 Grumbul Rancah, Supar, mengapresiasi pembangunan pondok pesantren di lingkungan Desa Cikembulan Grumbul Rancah, Kabupaten Banyumas. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Muchlas Hamidi
PenulisMuchlas HamidiBergabung dengan TIMES Indonesia sejah tahun 2020 Liputan : Sosial, Budaya, dan isu atau kejadian di daerah.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia