Advertisement
Indonesia Positif

Jadi Kampung Inggris, SMP Negeri 2 Ngimbang Mulai Biasakan Siswanya Berbahasa Inggris

Seiring berjalannya waktu, Bahasa Inggris menjadi kebutuhan penting untuk saat ini. Bahkan mulai menjadi kebiasaan dalam berkomunikasi sehari-hari bagi siswa-siswi SMP Ne ...

TIMES Indonesia,
Jadi Kampung Inggris, SMP Negeri 2 Ngimbang Mulai Biasakan Siswanya Berbahasa Inggris
Kepala Dinas Pendidikan Lamongan Munif Syarif bersama Kabid Pendidikan SMP Chusnu Yuli Setyo saat dilaunchingnya SMP Negeri 2 Ngimbang sebagai Kampung Inggris (Foto : Dinas Pendidikan Lamongan for TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

LAMONGAN Seiring berjalannya waktu, Bahasa Inggris menjadi kebutuhan penting untuk saat ini. Bahkan mulai menjadi kebiasaan dalam berkomunikasi sehari-hari bagi siswa-siswi SMP Negeri 2 Ngimbang, Lamongan, Jawa Timur.

Pembiasaan komunikasi berbahasa Inggris berbasis budaya lokal ini diberlakukan sejak dilaunchingnya SMP Negeri 2 Ngimbang sebagai Kampung Inggris oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan (Disdik Lamongan).  

Advertisement

Kampung Inggris di sekolah ini, berbeda dengan Kampung Inggris di Desa Singgahan dan Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare, Kediri, Jawa Timur. Karena penerapannya hanya di sekolah saja.  

Kalau Kampung Inggris ala Pare Kediri, lingkungan mendukung serta sistem pembelajaran konvensional, kedisiplinan ditambah dengan intensitas belajar. Sehingga Kampung Inggris ala Pare seperti di luar negeri.

“Sejak dilaunching, siswa SMPN 2 Ngimbang sudah mulai menerapkan komunikasi berbahasa Inggris untuk sehari-harinya. Dan Bahasa Inggris yang digunakan berbasis budaya lokal,” ujar Kabid Pendidikan SMP Disdik Lamongan, Chusnu Yuli Setyo, Kamis (3/2/2022).

Meski SMP Negeri 2 Ngimbang terletak jauh dari Kota, jelas Chusnu, tapi sekolah ini berbasis budaya kearifan lokal yang mempunyai keunggulan dan prestasi sampai nasional di bidang kesenian tradisional.

“Diantaranya, gamelan, campursari, ludruk, tari tradisional, sinden dan pengrawit yang dilatih oleh guru pembina sekolah yang berada di atas bukit Desa Lamongrejo, Kecamatan Ngimbang,” katanya.  

Advertisement

SMP Negeri 2 Ngimbang B
SMP Negeri 2 Ngimbang C

Dengan memadukan budaya lokal, Chusnu mengharapkan, komunikasi berbahasa Inggris di SMP Negeri 2 Ngimbang bisa memperkenalkan dan mengangkat tradisi budaya dan kearifan lokal ke tingkat internasional.

“Misalkan, saat mereka menyambut tamu dari Dinas Pendidikan. Siswa bisa menggunakan bahasa dan lagu bahasa Inggris. Bahkan saat ini mereka siap mengunggah konten seni tradisional dengan berbahasa Inggris di YouTube dan media sosial lainnya,” ucap Chusnu terkait dilaunchingnya SMP Negeri 2 Ngimbang sebagai Kampung Inggris. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Moch Nuril Huda
PenulisMoch Nuril HudaPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2020. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia