Advertisement
Indonesia Positif

Gegana Polda Jabar Lakukan Analisis Jammer dan Detektor Portabel X Ray Lapas Banjar

Lapas Banjar berhasil melakukan pengecekan sarana keamanan berupa Jammer atau Pengacak Sinyal dan Alat Detektor Portable X-Ray pada Jumat pekan lalu. ... ...

TIMES Indonesia,
Gegana Polda Jabar Lakukan Analisis Jammer dan Detektor Portabel X Ray Lapas Banjar
Tim Gegana Polda Jabar saat melakukan pengecekan sarana keamanan berupa Jammer atau pengacak sinyal dan alat detektor portabel X Ray (foto: Humas Lapas Banjar)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

BANJAR Lapas Banjar berhasil melakukan pengecekan sarana keamanan berupa Jammer atau Pengacak Sinyal dan Alat Detektor Portable X-Ray pada Jumat pekan lalu.

Hal itu untuk meminimalisir gangguan keamanan dan ketertiban kontinjensi. Yang dimaksud dengan kontinjensi adalah situasi yang diperkirakan akan terjadi, tetapi mungkin juga tidak akan terjadi.

Advertisement

Kalapas Banjar, Muhammad Maulana kepada TIMES Indonesia, Selasa (15/3/2022) mengatakan langkah tersebut untuk meminimalisir gangguan keamanan dan ketertiban melalui mitigasi risiko.

"Kami melaksanakan mitigasi risiko sebagai bentuk kegiatan In House Training Pegawai Lapas Banjar dalam hal Instalasi, penggunaan dan pemeliharaan  Jammer atau Pengacak Sinyal dan Alat Deteltor Portable X-Ray," paparnya.

Kegiatan tersebut dilaksanakan bekerjasama dengan Tim Gegana Polda Jawa Barat. "Sebelumnya, kami lakukan permohonan instruktur/narasumber kepada Polda Jawa Barat guna melaksanakan Bimbingan Penggunaan Jammer (Pengacak Sinyal) dan Alat Detektor Portable X-Ray," ungkapnya.

In Hoise Training ini, sambung Kalapas, diikuti oleh pegawai khususnya jajaran Kamtib dan KPLP serta bagian umum Lapas Banjar yang secara teknis akan menjadi bagian dari pengguna maupun operator dari sarana keamanan tersebut.

Kegiatan ini juga merupakan langkah Lapas Banjar dalam melaksanakan Kebijakan Direktur Jenderal Pemasyarakatan dalam rangka mewujudkan Pemasyarakatan Semakin Pasti dengan meningkatkan Deteksi Dini, Pemberantasan Narkoba dan Meningkatkan Sinergitas dengan APH dan Back to Basic (3+1).

Advertisement

"Pemasangan Jammer (Pengacak Sinyal) telah lama kami pasang di seluruh blok yang beroperasi selama 24 jam penuh, sehingga kami mendatangkan Tim Gegana Polda Jabar untuk menganalisa kemampuan kinerja jammer tersebut apakah ada penurunan kinerja ataupun masih bekerja optimal," terang Maulana.

Pihaknyapun telah memiliki Alat Detektor Portable X-Ray yang berfungsi mendeteksi barang sehingga agar tidak salah dalam mengoperasikannya. "Kami diberikan pengenalan tentang alat tersebut dan tata cara penggunaannya khususnya alat tersebut memiliki radiasi yang sangat tinggi," imbuhnya.

Lebih lanjut, Kalapas menjabarkan bahwa upaya ini adalah bentuk dari implementasi Pemasyarakatan Semakin Pasti yang dilakukan Lapas Banjar dengan 
Tim Gegana Polda Jabar sehingga petugas Lapas memiliki kemampuan dan keterampilan penggunaan dan pemeliharaan Jammer (Pengacak Sinyal) dan Alat Detektor Portable X-Ray.

Tim Gegana Polda Jabar, Ngatiman, dalam kesempatan tersebut menerangkan bahwa Lapas Banjar sebagai Objek Vital memang sangat tepat ada Jammer (Pengacak Sinyal) dan Alat Detektor Portable X-Ray.

"Kami pun mengecek langsung jammer yang sudah terpasang di setiap blok dan berdiskusi dengan rekan-rekan pegawai Lapas Banjar khususnya operator teknis, hasilnya kami memberikan berbagai saran dan masukan dalam rangka memaksimalkan fungsi kinerja jammer dan perawatan / pemeliharaan jammer tersebut," ujarnya.

Ketersediaan Alat Detektor Portable X-Ray di Lapas Banjar dapat digunakan untuk kondisi tertentu, tidak disarankan digunakan atau dipasang standby mengingat dampak radiasi yang sangat tinggi. "Dalam Alat Detektor Portable X-Ray terdapat 1 alat untuk mendeteksi bahan kimia, untuk lebih jelasnya materi tentang alat tersebut kedepannya akan disampaikan Tim penanganan KBR (Kimia, Biologi, Radioaktif)," katanya. (*)
 

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia