Advertisement
Indonesia Positif

Polije Sebagai Perguruan Tinggi Vokasi Dinilai Linier Bagi Siswa SMK

Politeknik Negeri Jember (Polije) menerima salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) negeri dari Kabupaten Bondowoso untuk melakukan kunjungan industri, Kamis (24/3/2022).

TIMES Indonesia,
Polije Sebagai Perguruan Tinggi Vokasi Dinilai Linier Bagi Siswa SMK
Para siswa diajak meninjau langsung Smart Green House (SGH) Polije. (Foto: AJP TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

JEMBER Politeknik Negeri Jember (Polije) menerima salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) negeri dari Kabupaten Bondowoso untuk melakukan kunjungan industri, Kamis (24/3/2022).

Polije sebagai perguruan tinggi vokasi dinilai penting sebagai rujukan perguruan tinggi bagi siswa SMK, mengingat pembelajaran didalamnya yang linier dengan pembelajaran di SMK. 

Advertisement

Hal tersebut diungkap Kepala Unit Humas dan Protokol Polije, Mahsus Nurmanto kepada TIMES Indonesia. Menurutnya, beragam Teaching Factory (TeFa) yang dimiliki Polije bisa menjadi alternatif bagi siswa SMK yang ingin melakukan kunjungan industri maupun mendalami lebih jauh tentang meningkatkan kompetensinya. 

"Polije merupakan perguruan tinggi negeri vokasi yang selaras menjadi jenjang lanjutan perguruan tinggi yang linier untuk lulusan SMK, memang yang paling tepat dan cocok dengan model pembelajaran SMK ya politeknik. Mengingat kurikulum praktikum lebih dominan (60%) serta didukung banyaknya TeFa yang sesuai dengan jurusan-jurusan di SMK," ungkapnya.

Dengan meninjau langsung berbagai TeFa yang dimiliki Polije, pihaknya berharap bisa memberikan inspirasi bagi siswa SMK yang ingin melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. 

"Dengan kita ajak ke beberapa tefa, seperti ke Smart Green House (SGH) diharapkan bisa memberikan inspirasi," lanjut Kepala Humas. 

Sementara itu, Asik Sulaiman, selaku Kepala Sekolah mengaku bahwa kegiatan tersebut merupakan ide dari para siswanya untuk berkunjung ke perguruan tinggi, industri dan sebagainya. 

Advertisement

Siswa-SMK.jpg

"Sehingga nantinya bisa membuka wawasan untuk anak-anak dan punya gambaran untuk melanjutkan pendidikan, berwirausaha, atau bekerja," terangnya yang juga aktif mendampingi kunjungan. 

Peluang pendidikan Polije, menurut Sulaiman, juga sesuai dengan jurusan di SMK yang dikelolanya, sehingga jika nanti para siswanya memilih untuk melanjutkan studi di Polije bisa dipastikan tertampung dengan baik. 

"Pendidikan itu masih dibutuhkan untuk mengembangkan masa depan. Melalui kegiatan ini juga merupakan pengenalan bagi para siswa sebelum terjun ke dunia luar, bagaimana di perguruan tinggi dan juga industri," tandasnya. 

Citra Lestari, salah satu siswa yang turut serta dalam kunjungan industri ke Polije tersebut mengaku senang, karena dirinya bisa belajar banya hal baru di Polije. 

"Saya dari jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) yang belajar tentang komputer, ketika diajak ke SGH awalnya bingung, tapi lama-lama asik karena ini merupakan hal baru," akunya antusias.

Ia mengaku bingung sebelum akhirnya ia menyadari bahwa pengembangan dari jurusannya tersebut sangatlah luas. "Baru tau, baru ngerasain, dan ternyata asik," tutup Citra, sapaan karibnya usai mengunjungi Smart Green House (SGH) Polije. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Siti Nur Faizah
PenulisSiti Nur FaizahSarjana Ilmu Sosial Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember. Jurnalis TIMES Indonesia di Surabaya sejak 2021. Aktif menulis di Pemerintahan, Politik, Hukum, Pendidikan, Seni, Budaya dan Isu Nasional
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia