Advertisement
Indonesia Positif

Masifnya Vaksinasi Kota Malang Jadi Senjata Utama Penanggulangan Covid-19

Vaksinasi Covid-19 di Kota Malang terbilang cukup masif. Sejak awal pelaksanaan vaksinasi, Kota Malang bisa terbilang daerah yang capaian vaksinnya cukup cepat. ... ...

TIMES Indonesia,
Masifnya Vaksinasi Kota Malang Jadi Senjata Utama Penanggulangan Covid-19
Wali Kota Malang, Sutiaji. (Foto: Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Vaksinasi Covid-19 di Kota Malang terbilang cukup masif. Sejak awal pelaksanaan vaksinasi, Kota Malang bisa terbilang daerah yang capaian vaksinnya cukup cepat.

Bagaimana tidak, untuk capaian vaksinasi Covid-19 di Kota Malang pada dosis pertama dan kedua kini sudah melebihi 100 persen.

Advertisement

Wali Kota Malang, Sutiaji, saat ini tengah fokus pada percepatan vaksinasi pada dosis ketiga atau biasa dikenal booster dan vaksinasi bagi para lansia (lanjut usia).

"Dosis satu dan dua sudah lebih dari 100 persen semua. Ini kita mau gencarkan kalangan lansia. Saya yakin bisa cepat. Target kami dalam satu bulan ini bisa lebih 70 persen (vaksinasi khusus lansia)," ujar Sutiaji, Rabu (30/3/2022).

Percepatan vaksinasi di Kota Malang yang terbilang cukup masif, mendapat dorongan dari berbagai stakeholder. Mulai dari TNI, Polri hingga kalangan pengusaha dan perguruan tinggi juga ikut berperan dalam percapatan vaksinasi di Kota Malang.

Lambat laun sejak awal pelaksanaan vaksin, menurut Sutiaji juga terbantu dari masyarakat Kota Malang yang mulai menyadari pentingnya vaksin sebagai senjata utama dalam penanggulangan pandemi Covid-19.

Sutiaji-b.jpg
Wali Kota Malang, Sutiaji saat memantau kegiatan vaksinasi bagi masyarakat. (Foto: Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)

"Untuk lansia, sebenarnya mereka antusias. Tetapi karena kondisinya banyak yang komorbid. Sehingga saat datang, skrining tidak lolos. Bisa tensi tinggi atau lainnya. Jadi harus kembali lain waktu sembari memulihkan kondisinya," ungkapnya.

Meski begitu, nyatanya Dinas Kesehatan (Dinkes Kota Malang) telah mencatat bahwa dengan gencarnya vaksinasi guna pembentukan herd immunity, kini penyebaran Covid-19 di Kota Malang sudah mulai melandai.

Untuk vaksinasi Covid-19 yang menyasar anak-anak usia 6 sampai 11 tahun saja, pada dosis pertama telah mencapai 95 persen dan dosis kedua di angka 87 persen. Tentu hal itu menjadi salah satu keyakinan Pemkot Malang untuk bisa kembali membuka Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen yang berjalan lancar hingga saat ini.

Untuk vaksinasi pada tahap booster, telah berjalan 20 persen hingga saat ini dengan sasaran secara umum. Percepatan vaksin booster ini menjadi fokus utama di tahun 2022 ini agar segera dituntaskan.

Apalagi, Dinkes Kota Malang baru saja mendapat dropping segar sekitar 8.000 dosis vaksin jenis Pfizer dan Moderna yang digunakan untuk booster. "Kita maksimalkan di Fasyankes (Fasilitas Layanan Kesehatan) mulai Klinik, Rumah Sakit (RS) dan Puskesmas. Saat ini masih terus berlangsung (vaksin booster)," ujar Kepala Dinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif.

Berhasilnya vaksinasi sebagai senjata utama penanggulangan Covid-19 terlihat semakin nyata dengan turunnya kasus harian Covid-19. Dari data yang diterima secara keseluruhan mulai RS Rujukan Covid-19, Rumah Sakit Lapangan (RSL) Idjen Boulevard hingga Isolasi Terpusat (Isoter), bisa diprosentasekan keterisian tempat tidur atau BOR (Bed Occupancy Rate) berada di angka 30 persen saja.

"Kita bisa lihat kasus Covid-19 sudah melandai dari kasus harian. BOR sudah di bawah 30 persen," katanya.

Untuk Isoter di gedung SKB Kota Malang, sejak tanggal 10 Maret hingga 27 Maret 2022 tak ada yang mengisi atau bisa dikatakan keterisian tempat tidur nol persen.

Kemudian, RSL Idjen Boulevard yang berkapasitas 320 tempat tidur, kini hanya diisi 40 pasien Covid-19 saja. "SKB memang kosong sejak terakhir itu (10 Maret 2022). RSL 40 persen dan pasien isoman (isolasi mandiri) kita hanya 90 pasien saja," tuturnya.

Dengan landainya kasus Covid-19 di Kota Malang, Husnul tetap mengingatkan pentingnya dua hal, yakni pelaksanaan protokol kesehatan (prokes) dan juga vaksinasi yang terus digencarkan. "Sekarang sudah membaik (penanganan Covid-19). Kasus harian sudah menurun dan insyallah akan kita pertahankan," katanya.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia