Sukseskan Food Estate, Siswanto Semangati Milenial Blora Jadi Petani dan Peternak
Wakil Ketua DPRD Blora Siswanto meminta masyarakat Blora khususnya generasi muda atau kaum milenial agar tidak malu belajar menjadi petani dan peternak. ... ...

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
BLORA – Wakil Ketua DPRD Blora Siswanto meminta masyarakat Blora khususnya generasi muda atau kaum milenial agar tidak malu belajar menjadi petani dan peternak. Politisi golkar tersebut menjelaskan bahwa dengan menjadi Petani dan Peternak sudah turut membantu pemerintah memajukan program food estate, Kamis (31/3/2022).
Wakil Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (ADKASI) masa bakti 2021-2026 itu pun menjelaskan bahwa petani itu pekerjaan mulia. Selain itu bertani dan beternak juga bisa menjadikan kesuksesan apabila dijalani dengan sungguh-sungguh.
"Blora memiliki potensi yang luar biasa dalam hal pertanian dan peternakan. Sebagian besar masyarakat saat ini sudah mulai mencoba untuk usaha ternak, diantaranya ayam petelor, ayam pedaging, itik, sapi dan lainnya, hasil produksinya pun luar biasa," ungkapnya.
Siswanto juga mengungkapkan bahwa sektor pertanian dan peternakan selama ini menyumbang 62 persen Produk Daerah Regional Bruto (PDRB) atau nilai tambah yang dihasilkan dari Kabupaten Blora.
"Artinya, masyarakat Blora tergantung pada sektor pertanian dan peternakan dalam kehidupan sehari- hari. Peluang bagi peternak muda masih cukup luas. Apalagi populasi sapi di Kabupaten Blora lebih dari 200 ribu ekor per tahun," tambahnya.
Ketua DPD Golkar Blora ini juga menyatakan bahwa populasi Sapi tersebut merupakan jumlah terbanyak di Indonesia. Namun sayangnya pengelolaan masih tradisional dan belum cukup untuk memberikan nilai tambah keuntungan bagi peternak. Hanya sedikit peternak yang mengelola secara modern sehingga bisa untung secara bisnis.
"Maka dari itu kaum millenial harus turut serta dalam mendorong suatu daerah mencapai swasembada pangan khususnya dalam bidang pertanian dan peternakan karena ini menyangkut dengan kebutuhan pokok manusia," paparnya.
Lebih lanjut, Pria yang kini berusia 40 Tahun tersebut juga menjelaskan adanya dorongan dari Menteri Pertanian (Mentan) yang menargetkan untuk mencetak 500 ribu pengusaha pertanian muda setiap tahunnya di Indonesia. "Hal ini tentunya harus disambut baik dan dimanfaatkan dengan baik,"
Siswanto juga berharap bahwa generasi milenial harus memiliki semangat untuk maju, mandiri dan modern, dengan mengubah pola pertanian maupun pertenakan tradisional ke modern, sehingga akan lebih cepat maju dan berkembang.
"Petani dari kaum milenial juga memiliki jiwa mandiri yakni tidak selalu mengandalkan bantuan dari pemerintah, memiliki komitmen yang kuat mengembangkan pertanian dan peternakan secara mandiri. Sekali lagi saya minta kepada pemuda- pemudi blora jangan malu. Karena dengan menjadi petani dan peternak sudah turut membantu pemerintah memajukan program food estate," tutupnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

