Advertisement
Indonesia Positif

Universitas Alma Ata Serahkan Bantuan Sembako

Mendukung pemulihan ekonomi warga pasca pandemi, Universitas Alma Ata Yogyakarta memberikan 3.700 paket sembako bagi warga Bantul, Kulonprogo dan Cilacap. Bantuan secara ...

TIMES Indonesia,
Universitas Alma Ata Serahkan Bantuan Sembako
Penyerahan bantuan secara simbolis oleh Bupati Bantul disaksikan Rektor Universitas Alma Ata Yogyakarta. (Foto : Totok Hidayat/TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

BANTUL Mendukung pemulihan ekonomi warga pasca pandemi, Universitas Alma Ata Yogyakarta memberikan 3.700 paket sembako bagi warga Bantul, Kulonprogo dan Cilacap. Bantuan secara simbolis diserahkan oleh Bupati Bantul Abdul Halim Muslih di Balai Kalurahan Tamantirto Kasihan Bantul, Jum'at (15/4/2022). 

Rektor Universitas Alma Ata Yogyakarta Prof. dr. H. Hamam Hadi, MS,Sp.GK,D.Sc menjelaskan, bantuan ini berasal dari shodaqoh dosen dan karyawan. Untuk kabupaten Bantul, bantuan disalurkan untuk warga Kasihan, pajangan dan Sewon yang mencapai 77 persen. Sedangkan sisanya ke Kulonprogo dan Cilacap. 

Advertisement

"Bantuan ini diharapkan dapat menjadi bekal warga menghadapi lebaran," tegas Rektor Universitas Alma Ata Yogyakarta Prof dr H. Hamam Hadi, MS Sp.GK.D.Sc.

Selain pemberian bantuan sembako, Universitas Alma Ata juga mendukung program pengentasan kemiskinan melalui kegiatan Kuliah Kerja nyata (KKN) di seluruh wilayah kabupaten Bantul dengan membantu warga dalam mengembangkan potensi ekonominya. Serta memanfaatkan ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah. 

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengucapkan terima kasih atas pemberian sembako kepada warganya. Semoga memberikan bantuan ini dapat meringankan beban warga yang terdampak ekonomi akibat pandemi, serta persiapan warga menghadapi datangnya lebaran. 

Berdasarkan data, jumlah warga miskin mengalami peningkatan 2 persen akibat pandemi. Pada tahun ini Pemkab Bantul mentargetkan pengurungan 1 persen warga miskin. Target ini tidak mungkin dicapai sendiri oleh pemerintah. Sehingga bantuan pihak swasta seperti Universitas Alma Ata sangat dibutuhkan

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

T
PenulisTotok Hidayat Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia