Indonesia Positif

Mbah Amirdjo, Warga Lereng Merbabu dalam Lintasan Peristiwa dan Kesepian di Usia Senja

Senin, 18 April 2022 - 18:00 | 31.34k
Mbah Amirdjo, warga lereng Gunung Merbabu, Magelang. (Foto: Baitul Maal Merapi Merbabu for TIMES Indonesia)
Mbah Amirdjo, warga lereng Gunung Merbabu, Magelang. (Foto: Baitul Maal Merapi Merbabu for TIMES Indonesia)
Kecil Besar

TIMESINDONESIA, MAGELANG – Kabut pegunungan mulai turun menyelimuti dataran lereng Gunung Merbabu, cuaca yang sering tidak menentu kerap kali tidak dapat ditebak. Hari itu, Kamis (14/4/2022), tim Baitul Maal Merapi Merbabu (BM3) menemui Mbah Amirdjo, yang sedang memberi pakan ternak kambing dengan rerumputan yang ia arit sendiri di ladang lereng gunung tersebut.

Dengan tertatih-tatih langkah yang tidak begitu kokoh, lelaki berusia 91 tahun ini memindahkan pakan ke dalam kandang kambing yang dititipkan orang untuk dirawat oleh mbah Amirdjo sebagai ikhtiarnya memenuhi kebutuhan hidup dikala senja.

Advertisement

Mbah Amirdjo tersenyum saat ditemui tim BM3 yang langsung menyambut dan mencium tangan mbah Amirdjo dengan penuh hormat. Mbah Amirdjo mengajak tim BM3 masuk kedalam rumahnya dan dilanjutkan dengan berbagi kisah.

Dengan raut muka teduh serta mata yang basah, mbah Amirdjo menjalani lintasan ingatan dari setiap perjalanan peristiwa yang ia lewati semasa hidupnya. Masih dengan mata yang nanar dan bibir yang bergetar ia membagi kisahnya saat tergabung dalam pasukan gerilya rakyat dalam melawan kekuasaan Jepang di tanah air untuk mengamankan wilayah desa.

Umur kulo sampun sepuh, kulo sempet nderek ngerewangi kamardhikaan Indonesia kagem nglawan Jepang (Usia saya sudah tua, bahkan saya sempat ikut membantu kemerdekaan Indonesia untuk melawan Jepang),” serunya, namun ia tidak mendaftakan diri menjadi veteran perang dan kembali menyibukkan diri pada sepetak lahan yang ia miliki.

Di usia senjanya mbah Amirdjo masih berusaha dengan tubuhnya yang ringkih. Ia masih sering ke ladang untuk mengambil rumput sebagai pakan ternak meski tidak sesering masa muda dulu. Mbah Amirdjo menyampaikan keluhan yang sering kambuh rasa nyeri pada tulang belakang dan lutut.

Yen wengi kerep kumat, nyeri teng punggung lan dhengkul (kalau malam sering kambuh sakitnya, sering sakit nyeri di punggung dan lutut),” ungkapnya mengenai keluhan yang sering kambuh ketika terlalu lelah beraktivitas.

Namun begitu mbah Amirdjo tidak pernah absen dalam beribadah, terlebih pada bulan suci Ramadan seperti ini. Ia mengatakan bahwa Ramadan tahun kemarin berhasil menutup puasanya sebulan penuh dan masih menjaga salat lima waktunya berjamaah di masjid

“Tugas manusia hanya beribadah kepada Allah SWT dan berbuat baik selagi diberi hidup,” tegasnya.

Mari bantu mbah Amirdjo dan para lansia lain untuk merayakan Lebarannya di usia senja, dimana kerabat dan sanak saudara sudah dipisahkan oleh jarak dan zaman. Baitulmaal Merapi Merbabu menginisiasi gerakan Berbagi Bingkisan Lebaran Bahagia untuk Lansia. Hanya dengan Rp 250 ribu kita dapat kembalikan rasa bahagia dan hangatnya suasana Lebaran bagi mereka. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Hendarmono Al Sidarto
Publisher : Rochmat Shobirin

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES