Bimtek Petani dan Penyuluh di Tabanan, Polbangtan Malang Dorong Pertanian Berkelanjutan
Kementerian Pertanian melalui Politeknik Pembangunan Pertanian Malang (Polbangtan Malang) berkolaborasi dengan Komisi IV DPR RI terus berupaya meningkatkan produktivitas ...

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
TABANAN – Kementerian Pertanian melalui Politeknik Pembangunan Pertanian Malang (Polbangtan Malang) berkolaborasi dengan Komisi IV DPR RI terus berupaya meningkatkan produktivitas sektor pertanian. Salah satu caranya dengan meningkatkan kapasitas dan kompetensi penyuluh pertanian di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Tabanan, Bali.
Sejumlah 100 orang yang terdiri dari petani dan penyuluh di Kabupaten Tabanan hadir dalam kegiatan Bimtek Peningkatan Kapasitas Petani dan Penyuluh yang digelar di Apple Resort Tanah Lot, Sabtu (21/5/2022). Bimtek kali ini membahas mengenai sistem pertanian terpadu dan berkelanjutan.
Agenda bimtek dibuka oleh anggota Komisi IV DPR RI Drs. I Made Urip, M.Si, Kepala Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM) Polbangtan Malang Dr. Ir. Suhirmanto, MP., dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan Ir. I Nyoman Budana, MM.

I Made Urip menyampaikan bahwa Kementerian Pertanian dan anggota Komisi IV DPR RI serius untuk mewujudkan peningkatan produktivitas sektor pertanian. "Bimtek ini merupakan upaya dari kami di tingkat Kementerian Pertanian dan DPR RI agar kapasitas petani semakin meningkat dengan diimbangi penyuluh pertanian yang kompeten," ujarnya.
Dia menambahkan bahwa sektor pertanian tumbuh selama pandemi Covid-19, sehingga Bali tidak boleh bergantung pada sektor pariwisata saja, sektor lain harus kuat juga salah satunya pertanian yang sudah menjadi kultur masyarakat Bali.
Menurut dia, saat ini terdapat tiga tantangan di sektor pertanian yakni alih fungsi lahan pertanian, regenerasi petani, dan regenerasi penyuluh. Lebih lanjut dia menambahkan bahwa FAO telah memberikan peringatan akibat perubahan iklim dunia akan berimbas pada produktivitas pertanian sehingga kedepan dibutuhkan bibit tanaman yang tahan perubahan iklim, dan tanah-tanah berkualitas baik yang diolah dengan menggunakan pupuk organik.
Sementara Suhirmanto bersyukur dapat hadir di depan para petani. Menurut dia, pahlawan saat ini adalah petani. “Sulit untuk merasakan menjadi petani, pada kenyataannya petani kurang dihormati namun kita semua menggantungkan hidup juga kepada petani, ” ujarnya.
Suhirmanto menambahkan bahwa Polbangtan Malang tetap konsisten dalam meningkatkan kapasitas petani dan penyuluh pertanian dalam upaya memenuhi kebutuhan pangan seluruh masyarakat Indonesia.
“Kebijakan pangan saat ini adalah berkaitan dengan ketersediaan, sehingga produk pangan nantinya tidak hanya bersaing dengan produk domestik melainkan juga produk impor. Oleh sebab itu, kapasitas petani dan penyuluh harus ditingkatkan, ” ujar dia.
Sementara I Nyoman Budana menyambut baik diselenggarakannya bimtek peningkatan kapasitas petani dan penyuluh di Kabupaten Tabanan. Menurutnya, memperhatikan kualitas petani dan penyuluh harus dilakukan. Dia mengimbau kepada peserta agar mengikuti bimtek sebaik-baiknya. Terakhir ia mengajak penyuluh dan petani menyatukan langkah dan gerak, menuju era baru Tabanan yang aman, unggul dan mandiri.
Terdapat dua materi yang disampaikan oleh dua narasumber. Pertama tentang sistem pertanian terintegrasi dan berkelanjutan yang disampaikan oleh Dr. Ir Abdul Farid, MP. Menurut ria keunggulan sistem pertanian terpadu yakni dapat meningkatkan efisiensi dengan memanfaatkan sumber daya alam secara optimum, menciptakan kemandirian karena dijalankan dengan input minimal, dan berkelanjutan di mana sistem tersebut ramah lingkungan, menguntungkan, serta diterima oleh masyarakat.
Materi kedua yakni pola adaptasi bertani terintegrasi dengan manajemen lingkungan setempat yang disampaikan oleh I Ketut Punia. Dia memberikan contoh nyata kegiatan P4S Kalpataru yang telah melakukan sistem pertanian terintegrasi. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

