Advertisement
Indonesia Positif

Bumikan Nilai-Nilai Pancasila, Untari: Dimulai dari Sekitar Kita Terlebih Dahulu

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur Dr Sri Untari Bisowarno MAP menyampaikan bahwa dalam membumikan nilai-nilai Pancasila, bisa dimulai dari lingkungan t ...

TIMES Indonesia,
Bumikan Nilai-Nilai Pancasila, Untari: Dimulai dari Sekitar Kita Terlebih Dahulu
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur Dr Sri Untari Bisowarno MAP dalam kegiatan Reses Periode II di Aula Shila Tirta, Desa Bokor, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. (Foto: Dok. Sri Untari for TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur Dr Sri Untari Bisowarno MAP menyampaikan bahwa dalam membumikan nilai-nilai Pancasila, bisa dimulai dari lingkungan terdekat.

Bulan Juni sangat kental dengan sosok Bung Karno sebagai sosok proklamator Bangsa Indonesia. Satu bulan penuh penghormatan yang disematkan kepada Bung Karno, karena dalam bulan ini beliau menyampaikan gagasan Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara dalam sidang BPUPK. Selain itu, Bung Karno lahir dan wafat juga pada Bulan Juni.

Advertisement

Maka dari itu, Sri Untari mengajak seluruh kader banteng yang hadir dalam kegiatan Reses Periode II di Aula Shila Tirta, Desa Bokor, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang untuk memberikan penghormatan penuh kepada Bung Karno selama satu bulan penuh.

Sri-Untari-2.jpg

"Maka di Bulan Bung Karno saya ingin mengingatkan, bahwa Pancasila itu harus benar-benar diimplementasikan. Tidak hanya dalam pikiran dan perkataan, tapi diimplementasikan dalam tata perilaku sehari-hari," kata Sri Untari, Sabtu (4/6/2022).

Menurutnya, berbagai perbedaan suku, agama, ras, dan golongan yang ada di Indonesia selama ini dapat terjaga dengan baik dalam bingkai Kebhinekaan didasarkan kepada prinsip gotong-royong yang merupakan warisan luhur nenek moyang bangsa.

Untari berharap agar pengamalan nilai-nilai Pancasila dapat benar-benar tertanam dalam pikiran, ucapan, dan tindakan kader-kader PDI Perjuangan di Kabupaten Malang, terutama di Kecamatan Tumpang. Sekaligus membulatkan tekad mempertahankan Pancasila sebagai ideologi negara dan NKRI sebagai bentuk negara yang itu sudah final.

Advertisement

Pasalnya, saat ini ditengah masyarakat tengah terjadi sebuah upaya doktrinasi ideologi khilafah. Sebuah pandangan untuk menjadikan Indonesia sebagai negara Islam, yang bermaksud dan bertujuan mengganti Pancasila sebagai ideologi negara dan NKRI sebagai bentuk negara.

"Titipan perintahnya Ibu Megawati (Ketua Umum PDI Perjuangan, Red) bahwa negara kita adalah negara Pancasila, tidak diperkenankan ada ideologi lain baik khilafah maupun komunis ada di Indonesia. Maka Negara Kesatuan Republik Indonesia final, NKRI harga mati, Pancasila pasti jaya. Itu struktur PDI Perjuangan harus mengerti  dan harus paham," tegasnya.

Sri-Untari-3.jpg

Dimulai dari langkah kecil dan sederhana, Sri Untari mengingatkan bahwa langkah membumikan nilai-nilai dan ajaran yang terkandung dalam Pancasila dapat dilakukan oleh seluruh kader banteng dari lingkungan yang ada disekelilingnya.

"Kita bisa mengimplementasi Pancasila dari sekitar kita terlebih dahulu. Tidak usah jauh-jauh, implementasi sila pertama semisal ada saudara-saudara kita yang mau mendirikan tempat ibadah baik Islam, Hindu, Nasrani, dan lain-lain itu sebagai kader PDI Perjuangan harus ikut membantu agar pembangunannya bisa terwujud," jelas Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur tersebut.

"Apabila di sekililing kita ada orang yang tidak bisa makan, maka berilah berikanlah perhatian dan berikanlah bantuan. Sebagai bentuk implementasi dari sila kedua Pancasila kemanusiaan yang adil dan beradab," lanjut Untari.

Sebagai bintang penuntun kehidupan berbangsa dan bernegara masyarakat Indonesia, Pancasila menjadi sebuah warisan luhur para nenek moyang. Maka menjadi tugas bagi kita selaku generasi penerus perjuangan Bangsa Indonesia untuk merawat dan melestarikan Pancasila.

"Karena Pancasila mencengkram tulisan Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda tapi tetap satu. Karena pada kodratnya Allah Subhanahu Wa Ta'ala menjadikan manusia itu masing-masing berbeda satu sama lain," pungkas Sri Untari. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia