Advertisement
Indonesia Positif

Jelang Idul Adha di Lamongan Terasa Beda, Gara-gara PMK

Jelang Hari Raya Idul Adha di Kabupaten Lamongan tahun ini terasa berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Sebab, kegiatan jual beli hewan kurban ditiadakan, ...

TIMES Indonesia,
Jelang Idul Adha di Lamongan Terasa Beda, Gara-gara PMK
Petugas melakukan sterilisasi pasar hewan di Kecamatan Tikung yang telah ditutup sejak awal munculnya PMK di Lamongan. (FOTO: MFA Rohmatillah/ TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

LAMONGAN Jelang Hari Raya Idul Adha di Kabupaten Lamongan tahun ini terasa berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Sebab, kegiatan jual beli hewan kurban ditiadakan, akibat wabah Penyakit Mulut dan Kuku atau PMK.

Keramaian jual beli hewan kurban baik di pasar hewan maupun penjual dadakan di pinggir jalan pada saat menjelang Idul Adha pun kini tak terlihat.

Advertisement

Bahkan pasar hewan yang dikelola oleh Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Lamongan, telah ditutup sejak awal kemunculan penyakit PMK di Lamongan dan hingga saat ini belum ada rencana dibuka kembali.

"Kami tidak mau ambil risiko, kalau belum steril atau prokes betul kami tidak berani membuka. Tentu pembukaan pasar hewan di Lamongan harus dengan rekomendasi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan," kata Direktur Perumda Pasar Lamongan, Hartono, Kamis (9/6/2022).

Penutupan pasar hewan menjadi salah satu langkah untuk mencegah penularan PMK yang lebih luas, sebab hewan-hewan yang dibawa ke pasar berasal dari beberapa wilayah, sehingga pengawasan akan lebih sulit.

"Meskipun sterilisasi berkali-kali, kata Hartono, hewan ada satu saja hewan yang terpapar dan bercampur satu sama lain dengan lainya. Sehingga kalau semisal pasar hewan dibuka, maka akan cepat tertular," tuturnya.

Sementara Medis Viterina Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Disnakeswan Lamongan, Rahendra, menyebut tidak hanya pasar hewan yang ditutup, tapi pasar hewan dadakan yang kerap muncul ketika menjelang Idul Adha juga ditiadakan.

Advertisement

"Pasar hewan dipastikan tutup, apalagi pasar dadakan di pinggir-pinggir jalan tentu itu sangat berisiko, jadi kalau ada yang mau mengajukan titik penjualan harus izin dulu kami cek apakah memenuhi seluruh sarana dan prasarananya," tutur Rahendra.

Penutupan pasar hewan maupun pasar dadakan tersebut telah disosialisasikan Disnakeswan Lamongan, melalui surat edaran kepada seluruh camat dan diteruskan ke desa-desa.

Untuk diketahui, saat ini PMK telah menyebar di 23 Kecamatan di Lamongan. Jumlah ternak yang terjangkit PMK hingga saat ini sudah mencapai 1.145 ekor sapi dari 1.608 ekor populasi ternak sapi.

Dari jumlah itu, 241 ekor sudah dinyatakan sembuh dari PMK, 10 ekor mati dan sebanyak 45 ekor telah dijual oleh pemiliknya. Sementara untuk kambing dan domba, ada sebanyak 28 ekor ternak terjangkit PMK dan seekor kambing mati. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

MFA Rohmatillah
PenulisMFA Rohmatillah Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia