Advertisement
Indonesia Positif

Warga Salah Pahami Kebijakan Capaian Vaksinasi Booster Rendah

Pemahaman masyatakat yang kurang tepat terhadap kebijakan boleh membuka masker di ruang terbuka. Menjadi salah satu alasan masih rendahnya capaian vaksinasi booster. Seba ...

TIMES Indonesia,
Warga Salah Pahami Kebijakan Capaian Vaksinasi Booster Rendah
Pelaksanaan vaksinasi booster di Kalurahan Wonokromo Pleret oleh Binda DIY. (Foto: Totok Hidayat/TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

BANTUL Pemahaman masyatakat yang kurang tepat terhadap kebijakan boleh membuka masker di ruang terbuka. Menjadi salah satu alasan masih rendahnya capaian vaksinasi booster. Sebab masyarakat menilai virus Covid-19 sudah hilang. Sehingga vaksin booster tidak diperlukan lagi.

Padahal kebijakan yang disampaikan langsung oleh presiden Joko Widodo, bertujuan membuka kembali kegiatan ekonomi. Dengan melakukan pengendoran salah satu unsur protokol kesehatan. Namun penerapan kebijakan hendaknya dibarengi dengan penguaatan unsur protokol kesehatan lainnya, berupa vaksinasi.

Advertisement

Agar kesadaran masyarakat untuk mengikuti vaksinasi boster kembali meningkat. Dibutuhkan sosialisasi kepada warga, untuk meluruskan pemahaman yang kurang tepat tersebut. Sebab bila dibiarkan, kondisi ini sangat berpotensi menimbulkan lonjakan kasus Covid -19. Menyusul munculnya varian BA.4 dan BA.5.

vaksinasi-booster-2.jpg
Pembagian minyak goreng bagi peserta vaksinasi.  (Foto: Totok Hidayat/TIMES Indonesia)

"Satgas Covid-19 yang terbentuk hingga tingkat pedukuhan dapat menjalankan tugas sosialisasi ini," tegas Koordinator vaksinasi Binda DIY wilayah Bantul Nugroho, menyampaikan pernyataan ini disela- sela pelaksanaan vaksinasi di Pendopo Kalurahan Wonokromo Pleret, Rabu (29/6/2022).

Berdasarkan data, capaian vaksinasi booster di Bantul baru 22 persen. Untuk mengejar target 70 persen agar tercipta kekebalan komunal baru, Binda DIY akan melakukan berbagai upaya percepatan. Selain menyasar wilayah - wilayah yang capaian vaksinasi boosternya masih rendah, kerjasama dengan lembaga dan instansi lain akan terus dilkukan. 

Memberikan hadiah menjadi cara lain menarik minat warga untuk mengikuti vaksinasi. Seperti yang diberikan Polsek Pleret untuk peserta vaksinasi di Kalurahan Womokromo. Kapolsek Pleret AKP Tukirin mengaku, menyediakan 2 ekor kambing sebagai doorprize. Selain gratis 1 liter minyak goreng bagi 300 peserta pertama. Pemberian doorprize ini sebagai dukungan terhadap program vaksinai, sekligus peringatan HUT Bhayangkara ke - 76.

Advertisement

Laila salah satu peserta vaksinasi mengku ikut vaksinasi karena masih membutuhkan perlindungan dari paparan virus Covid -19. Sehingga warga Widoro Timbulharjo Sewon ini menilai vaksin booster sangat penting. Terkait pemberian minyak goreng bagi peserta vaksin dirinya mengaku senang. Sebab saat ini harga minyak goreng cukup mahal. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

T
PenulisTotok Hidayat Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia