Membawa Dampak Bagi Dunia Pemasaran Indonesia Bersama Kontenkola
Menjalankan sebuah usaha, mulai dari tahap perancangan hingga sampai pada menjalankannya, bukanlah sesuatu yang mudah.

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
SURABAYA – Menjalankan sebuah usaha, mulai dari tahap perancangan hingga sampai pada menjalankannya, bukanlah sesuatu yang mudah. Untuk mempertahankan dan bahkan meningkatkan kinerja dan performa, sebuah bisnis perlu mengawali dengan mendirikan branding yang kuat.
Tidak berhenti pada branding saja, namun untuk kedepannya, kegiatan-kegiatan promosi tentunya juga berperan penting dalam usaha untuk lebih mengenalkan bisnisnya kepada banyak masyarakat. Dalam menjalankan kegiatan promosi inilah yang seringkali menjadi sebuah tantangan bagi sebuah bisnis.
Sejak pandemi melanda, semakin banyak orang ikut mencoba dan terjun ke dunia bisnis dan menyebabkan semakin banyaknya kompetitor dan juga semakin banyaknya bidang dan jenis layanan dan beragam.
Hal ini semakin menunjukkan bahwa edukasi untuk pembekalan bagi seseorang dalam menjalankan sebuah bisnis menjadi hal yang genting dan dibutuhkan. Apalagi, kondisi pandemi juga mendorong kegiatan-kegiatan ekonomi untuk beralih ke sektor digital. Bisnis-bisnis yang sedang berjuang untuk bertahan pun mau tidak mau juga harus ikut terjun ke dunia digital dan bahkan memikirkan inovasi baru baik bagi strategi pemasaran hingga ke inovasi produk, agar bisnis dapat terus bersaing di bidangnya masing-masing.
Sebagai sebuah creative agency, tentunya diperlukan tidak hanya skill dan kemampuan dalam hal mengolah sebuah konsep menjadi suatu visual yang menarik, namun juga kemampuan untuk dapat melihat permasalahan yang terjadi, yang mungkin banyak orang tidak lihat.
Tantangan dalam menjalankan kegiatan promosi ini juga menjelaskan sebuah permasalahan dimana banyak pemilik-pemilik usaha seringkali tidak percaya diri atau ragu dalam memutuskan strategi yang paling tepat untuk meningkatkan pemasaran bagi brand mereka.

Hal ini menjadi salah satu masalah yang menjadi alasan berdirinya sebuah creative agency media digital bernama Kontenkola, yang didirikan oleh seorang mahasiswa Visual Communication Design Universitas Ciputra bernama Juan Christian Susanto.
Kontenkola melihat sebuah kebutuhan pasar dimana keraguan dan kebutuhan edukasi bagi para pemilik bisnis tersebut mengakibatkan keraguan pada tenaga pemasaran, terutama tenaga pemasaran dari luar. Apalagi dimana pandangan masyarakat dimana branding dan pemasaran masih menjadi dua hal yang tidak saling berkesinambungan, padahal kedua hal tersebut saling membutuhkan keduanya.
Dimana branding tentunya penting sebagai penentu awal kemana bisnis ini akan menuju dan bahasa seperti apa yang akan digunakan, yang tentunya hal ini menjadi aspek penting dalam menentukan sebuah kegiatan pemasaran.
Melihat fakta tersebut, Kontenkola dibentuk agar terbangun sebuah kesadaran akan pentingnya perencanaan kesadaran merek (brand awareness) beserta pengaplikasiannya pada media promosi. Muncullah sebuah solusi untuk menjawab permasalahan serta visi tersebut dimana Kontenkola memiliki sebuah jasa layanan yang disebut dengan “Konsulkan Saja”, sebuah kegiatan konsultasi privat untuk pelaku usaha, maupun timnya, secara gratis agar mereka bisa mengkonsultasikan kegiatan usahanya mengenai pemasaran, dan penjualan.
Sejauh ini, Kontenkola sudah berhasil berkolaborasi dengan berbagai media promosi untuk mendukung visi dan misi dari brand mereka ini. Dalam mengerjakan sebuah projek pun, Kontenkola tidak luput dari tantangan untuk harus menyatukan sudut pandang yang berbeda antar anggota tim yang terkadang hal ini bisa jadi sangat menantang. Tidak hanya tantangan dalam menyatukan anggota tim tapi juga dalam menjawab kebutuhan dari klien yang tentunya setiap klien memiliki hal yang menarik sendiri-sendiri.
Kontenkola berharap bahwa bisnis yang diangkat dari Tugas Akhir ini tidak akan berhenti hanya di masa Tugas Akhir saja, tapi terlebih dapat memberikan dan membuktikan sebuah kontribusi nyata bagi proses pemasaran di Indonesia, dimana Kontenkola memulai dari kecil dulu, yaitu berfokus di kota Surabaya. Apalagi, saat ini kita pun tahu semakin banyak bisnis UMKM bermunculan, yang seharusnya membuat kita melihat bahwa ada banyak UMKM di sekitar kita yang dapat kita bantu agar mereka pun juga bangkit selepas masa pandemi ini. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

